Ekspor produk utama menguat

JAKARTA: Ekspor 10 produk utama, kecuali kakao, pada Januari-April tahun ini tumbuh positif dengan tingkat pertumbuhan berkisar antara 4,5%-139,4%.Pertumbuhan ekspor tertinggi terjadi pada produk kopi sementara peningkatan terendah terjadi pada produk
News Editor
News Editor - Bisnis.com 01 Juli 2011  |  12:01 WIB

JAKARTA: Ekspor 10 produk utama, kecuali kakao, pada Januari-April tahun ini tumbuh positif dengan tingkat pertumbuhan berkisar antara 4,5%-139,4%.Pertumbuhan ekspor tertinggi terjadi pada produk kopi sementara peningkatan terendah terjadi pada produk elektronik.Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengungkapkan pertumbuhan ekspor tersebut mengindikasikan pasar negara tujuan ekspor mulai membaik. Kendati pertumbuhan ekspor tersebut dari segi nilai, Deddy mengklaim bahwa dari segi volume ekspor juga menunjukkan peningkatan di antaranya karet dan produk karet, alas kaki, tekstil dan produk tekstil (TPT), kopi, otomotif, dan udang.Jadi pertumbuhan ekspor produk utama tersebut karena kombinasi antara nilai dan volume. Itu berarti kemampuan kita meningkatkan volume ekspor juga ada, di samping ada recovery di negara yang sempat mengalami krisis, ujar Deddy kepada wartawan, hari ini.Dia menyoroti penurunan ekspor kakao. Komoditas tersebut biasanya mengalami kenaikan ekspor namun selama periode Januari-April terjadi penurunan volume ekspor kakao dalam bentuk mentah atau gelondongan sebesar 21,5%.Di satu sisi, ekspor kakao olahan justru mengalami kenaikan 48,4%. Ini indikasi program hilirisasi pemerintah dengan instrumen BK [bea keluar] itu cukup berhasil. Artinya, dapat mendorong sektor industri untuk terus membangun sektor industri kakao dan itu dibuktikan dengan industri kakao yang sekarang tumbuh. Bahkan investasi dari luar pun mulai masuk, jelasnya.Deddy menjelaskan ketika harga kakao di pasar internasional tinggi, eksportir tidak akan mendapatkan untung yang tinggi karena akan dikenakan bea keluar yang besar. Hal tersebut menyebabkan kakao produksi dalam negeri lebih banyak dijual dalam negeri di tengah permintaan yang kian meningkat.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top