Niaga Sapta Samudra ndatangkan 3 kapal tongkang

JAKARTA: Perusahaan pelayaran PT Niaga Sapta Samudra mendatangkan tiga unit kapal tongkang berkapasitas 13.500 ton per set guna mendukung kegiatan pemasokan batu bara ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN.Dengan demikian, perseroan
Ria Indhryani
Ria Indhryani - Bisnis.com 31 Mei 2011  |  12:58 WIB

JAKARTA: Perusahaan pelayaran PT Niaga Sapta Samudra mendatangkan tiga unit kapal tongkang berkapasitas 13.500 ton per set guna mendukung kegiatan pemasokan batu bara ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN.Dengan demikian, perseroan tersebut saat ini memiliki 11 kapal termasuk tiga kapal baru itu. Selain itu, perusahaan itu telah menjual sebanyak enam set kapal tongkang yang berusia di bawah tahun 2000.Direktur Utama PT Niaga Sapta Samudra Lolok Sudjatmiko mengatakan ketiga kapal tongkang besar itu sudah bekerja untuk memasok batu bara ke sejumlah pembangkit listrik milik perseroan milik pemerintah.Menurut dia, kapal berkapasitas 13.500 ton masih dibutuhkan di Indonesia, terutama untuk angkutan batu bara dalam negeri karena populasinya masih terbatas. Sekarang, jumlahnya tidak kurang dari 50 set dari total 1.200-an tongkang, katanya, hari ini.Dia mengakui tidak mudah mengoperasikan kapal tongkang besar di Indonesia untuk kegiatan angkutan batu bara mengingat mayoritas pelabuhan muat rata-rata dibangun untuk menerima kapal-kapal berukuran lebih kecil.Untuk itu, selain untuk kegiatan batu bara, pihaknya sedang menjajaki kemungkinan mengangkut komoditas batu kapur dari Rembang ke Gresik guna menopang proyek pembangunan terminal di Teluk Lamong.Selain itu, perseroan tengah mempelajari pengiriman komoditas yang sama dari Rembang ke Krakatau Steel, Ciwandan . Kami sedang menjajaki menggunakan ketiga kapal itu untuk kegiatan pengiriman batu kapur, tegasnya.Tahun lalu, perusahaan ini sudah menerima tiga unit kapal tongkang batu bara berkapasitas 12.000 ton per unit pada dari galangan kapal di Batam, Kepulauan Riau yang dipesan dengan dana senilai US$18 juta.Pengadaan tiga kapal tongkang batu bara itu untuk memperkuat armada berbendera Merah Putih, menyusul naiknya permintaan pengiriman komoditas tambang itu di dalam negeri setelah sejumlah pembangkit akan beroperasi pada 2011.Pengadaan tiga unit tongkang itu setelah perseroan mendapatkan kontrak pengangkutan komoditas batu bara selama 10 tahun dari PT Energy Transporter Indonesia [kelompok usaha PT Arutmin Indonesia] untuk pengiriman ke sejumlah PLTU guna mendukung proyek 10.000 megawatt.Dia menegaskan akan menggunakan semua armada untuk mendukung distribusi batu bara milik Grup Arutmin itu guna memastikan kebutuhan batu bara pada sejumlah PLTU siap dipasok sesuai dengan kesepakatan.Energy Transporter merupakan perusahaan yang tergabung dalam Arutmin, salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia yang memproduksi 15,83 juta ton batu bara pada 2008.Perseroan tersebut diketahui sudah meraih kontrak untuk memasok kebutuhan batu bara ke sejumlah PLTU di Indonesia sebanyak 9,7 juta ton sehingga memerlukan tambahan armada kapal dalam jumlah besar.Mengenai prospek angkutan batu bara pada 2010, Sudjatmiko mengungkapkan operator kapal batu bara yang tidak memiliki kontrak jangka panjang kesulitan mendapatkan muatan pada tahun ini.Hingga akhir 2010, jumlah kapal batu bara domestik diperkirakan 1.200 unit. Jumlah itu masih memerlukan tambahan mengingat sejumlah pembangkit listrik yang awalnya ditargetkan bisa beroperasi 2010, molor ke 2011. (mfm)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top