RI akan terbitkan sukuk global berbasis proyek

JAKARTA: Pemerintah akan menerbitkan sukuk negara berdenominasi valas berbasis proyek pada semester II/2011. Dengan demikian, Indonesia akan menjadi negara pertama di dunia yang menerbitkan sukuk berbasis proyek di pasar internasional.Rahmat Waluyanto,
Errol Poluan
Errol Poluan - Bisnis.com 31 Mei 2011  |  11:31 WIB

JAKARTA: Pemerintah akan menerbitkan sukuk negara berdenominasi valas berbasis proyek pada semester II/2011. Dengan demikian, Indonesia akan menjadi negara pertama di dunia yang menerbitkan sukuk berbasis proyek di pasar internasional.Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, menuturkan pada 6 Desember 2010, pemerintah telah melayangkan surat izin penggunaan barang milik negara senilai Rp30,2 triliun sebagai tambahan aset dasar penerbitan (underlying asset) sukuk negara. Hal itu untuk mendukung upaya pemerintah mencari pembiayaan dari pasar sukuk, baik domestik maupun global."Untuk penerbitan sukuk global masih sesuai jadwal [semester II/2011]. Kami masih menunggu persetujuan DPR untuk [tambahan] underlying asset. Namun, dimungkinkan untuk menerbitkan global sukuk dengan menggunakan proyek sebagai underlying, jika kami gagal mendapatkan persetujuan DPR," ujarnya seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR, hari ini.Menurut dia, Kementerian Keuangan tengah mempersiapkan landasan hukum berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) untuk bisa menggunakan proyek-proyek pemerintah di APBN 2011 sebagai underlying asset. Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan sosialisasi ke calon-calon investor di pasar internasional, mengingat ini merupakan skema penerbitan sukuk global pertama di dunia."Saat ini, kami mempelajari minat investor [terhadap sukuk global berbasis proyek]. Ini akan jadi yang pertama di dunia. Saat ini dunia memiliki global sukuk berbasis financing," tuturnya.Adapun, dalam sidang paripurna DPR, Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo mengatakan ke depannya pemerintah akan menggunakan suku bunga surat perbendaharaan negara (SPN) berjangka 3 bulan sebagai salah satu indikator makro ekonomi.Hal itu dilakukan bukan untuk mengontrol sektor moneter, tetapi untuk membantu Bank Indonesia menggunakannya sebagai salah satu instumen moneter di kemudian hari."Untuk mendorong penurunan tingkat bunga kredit perbankan, pemerintah akan melakukan koordinasi dengan otoritas moneter agar tingkat suku bunga SPN 3 bulan juga dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan bagi perbankan dalam menetapkan margin yang wajar untuk suku bunga kredit," kata Agus.Agus mengatakan penurunan tingkat bunga SPN 3 bulan akan diupayakan melalui pendalaman pasar SBN domestik dan mengendalikan inflasi bersama BI. Namun, pergerakan tingkat bunga SPN 3 bulan juga dipengaruhi berbagai faktor eksternal yang berada di luar kendali pemerintah.SPN 3 bulan pada 2012 diperkirakan berada di kisaran 5,5 - 6,5%. "Asumsi suku bunga SPN 3 bulan tersebut telah memperhitungkan tingkat inflasi 2012 yang diperkirakan berada pada kisaran 3,5%-5,5%," kata Agus. (yes)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top