Pembangunan SPBG di Palembang tuntas 2012

JAKARTA: Pemerintah segera membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di kota Palembang tahun ini dan diharapkan selesai pada 2012. Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan rencana pembangunan SPBG ini menindaklanjuti Inpres
- Bisnis.com 31 Mei 2011  |  09:20 WIB

JAKARTA: Pemerintah segera membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di kota Palembang tahun ini dan diharapkan selesai pada 2012. Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan rencana pembangunan SPBG ini menindaklanjuti Inpres No.1/2010 tentang Pelaksanaan Prioritas Percepatan Pembangunan Nasional. Aturan itu mengamanatkan Kementerian ESDM agar segera membangun SPBG di tiga kota, yakni di Palembang, Surabaya dan Denpasar. Tahun ini dibangun di Palembang. Pemerintah yang bangun SPBG-nya, gasnya dari Medco. Diharapkan selesai 2012, ujarnya dalam pesan singkatnya hari ini. Dalam Inpres tersebut, jelas Evita, Front-End Engineering and Design (FEED) pemanfaatan gas bumi untuk angkutan umum di tiga kota itu ditargetkan selesai Desember 2010. Namun hingga saat ini, pembangunan SPBG belum ada kemajuan signifikan. Saat ini, jumlah SPBG di Indonesia baru ada enam atau menyusut dari rencana awal 11 SPBG. Keenam SPBG tersebut juga hanya terdapat di Jakarta. Kendati begitu, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII-DPR tadi malam, Dirjen Migas menegaskan pemerintah terus berupaya menggalakkan kembali penggunaan bahan bakar gas (BBG) untuk transportasi demi mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Nanti ada proses lebih lanjut di Surabaya dan Palembang. Melalui Inpres, kami memang diminta membangun SPBG di Palembang dan Bali. Dalam Permen ESDM No.19/2010 tentang Pemanfaatan Gas Bumi Untuk BBG Yang Digunakan Untuk Transportasi, tercantum potensi total alokasi gas bumi untuk SPBG di Palembang sebesar 12 MMscfd selama 2010-2015. Alokasi itu berasal dari Pertamina EP 8,32 MMscfd dan Medco 3,69 MMscfd. Permen tersebut juga mengungkapkan rencana pemerintah atas potensi total alokasi gas bumi untuk BBG yang digunakan bagi transportasi di sembilan kota di Indonesia selama 2010-2015. Alokasi itu meliputi 71 MMscfd untuk Jakarta, 25,9 MMscfd untuk Surabaya, 2,5 MMscfd untuk Gresik, 12,01 MMscd untuk Palembang, 1 MMscfd untuk Kabupaten Bekasi, 17,2 MMscfd untuk Medan, 5,48 MMscfd untuk Semarang, 2,5 MMscfd untuk Cilegon dan 0,8 MMscfd untuk Sengkang. (aph)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top