Pemasok ubah jam operasional pengiriman barang

JAKARTA: Kalangan pemasok mengubah jam operasional mobil antaran produk ke toko modern menjadi lebih awal agar tidak terjebak macet pascapembatasan jam operasi truk di tol Cawang-Pluit.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI)
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Mei 2011  |  04:06 WIB

JAKARTA: Kalangan pemasok mengubah jam operasional mobil antaran produk ke toko modern menjadi lebih awal agar tidak terjebak macet pascapembatasan jam operasi truk di tol Cawang-Pluit.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) Susanto mengatakan jika biasanya truk atau mobil antaran berangkat menuju toko setiap pukul 07.00 WIB - 08.00 WIB, sekarang berubah menjadi pukul 03.00 WIB dini hari.Kami minta kiriman berangkat dari gudang [pukul] 03.00 pagi, supaya sampai di toko [pukul] 20.00, biar tidak kena macet, kata Susanto saat dihubungi lewat telepon genggamnya, hari ini.Dia mengatakan memang tidak semua mobil antaran berupa truk, sebagian adalah mobil box. Namun, karena khawatir terkena aturan yang sama dengan truk, kalangan pemasok menempuh mengambil langkah aman mengubah semua jam operasional mobil antaran, baik kendaraan empat roda maupun lebih dari enam roda.Apalagi, lanjutnya, peritel modern saat ini mulai menambah volume pesanan barang untuk mengamankan stok menjelang Lebaran yang jatuh pada Agustus 2011.Kalau boleh [truk tetap diperbolehkan masuk ke tol dalam kota, mobil kami] masuk ke dalam tol bayar bukan gratis. [Usaha kami juga] menggerakkan ekonomi, katanya.Susanto mengatakan seyogyanya, pemerintah setempat melakukan kebijakan untuk memperbaiki jalan, dan bukan malah membatasi jam operasional truk masuk ke dalam tol untuk menghindari kemacetan di Jakarta.Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman mengatakan kemungkinan besar kebijakan pembatasan jam operasi truk di jalan tol dalam kota Jakarta akan dilanjutkan, mengingat adanya respons positif setelah dilakukan uji coba selama lebih dari 1 bulan.Sutarman mengatakan masukan yang diterima dari masyarakat sebagian besar mengatakan uji coba tersebut menyebabkan jalan yang ada di Jakarta menjadi lebih lancar dan lebih aman kondisinya.Sudah 1 bulan lebih [uji coba]. Bagus. Tanggapan masyarakat yang masuk ke saya bagus. Kalau ini memang bagus mari laksanakan, seterusnya, kenapa tidak, kata Sutarman (Bisnis, 30 Mei 2011).(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top