Pemerintah akui pertumbuhan produksi gabah turun

JAKARTA: Pemerintah mengelak anggapan produksi gabah tahun ini bakal turun akibat serangan hama yang menyebabkan gagal panen (puso) di beberapa tempat.
Basilius Triharyanto
Basilius Triharyanto - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  09:28 WIB

JAKARTA: Pemerintah mengelak anggapan produksi gabah tahun ini bakal turun akibat serangan hama yang menyebabkan gagal panen (puso) di beberapa tempat.

Kementerian Pertanian menyatakan hanya akan terjadi penurunan pertumbuhan produksi dibandingkan dengan pertumbuhan pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, pertumbuhan produksi pada tahun ini diperkirakan lebih kecil dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Tidak turun [produksi gabah tahun ini]. Namun, pertambahannya [pertumbuhan] produksi [2011] lebih rendah," ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Bayu memaparkan pertumbuhan produksi gabah pada 2009 di atas 5% sedangkan pada tahun ini pertumbuhan produksi gabah diperkirakan hanya 4%-4,5%.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi gabah kering giling pada 2009 mencapai 64,40 juta ton dengan luas lahan panen 12,88 juta hektare.

Selanjutnya produksi pada 2010 tercatat 66,41 juta ton dengan luas lahan 13,24 juta ha sedangkan tahun ini berdasarkan angka ramalan pertama mencapai 67,31 juta ton dengan luas panen 13,26 juta ha.

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) memperkirakan produksi gabah tahun ini akan turun dibandingkan dengan tahun lalu dengan indikasi naiknya harga beras di pasar.

Kenaikan harga beras di saat panen raya mengindikasikan stok dan persediaan beras sedikit. Penurunan stok beras tersebut akibat produktivitas menurun dan beberapa petani gagal panen atau puso akibat serangan hama.

Adapun pemerintah menargetkan produksi padi tahun ini sebanyak 70,6 juta ton.

"Karena itu pemerintah diperkiraka akan mengimpor beras lagi tahun depan. Perum Bulog telah mengimpor beras sekitar 1,9 juta ton pada awal tahun ini," ujar Ketua Umum KTNA Winarno Tohir. (ra)

.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top