Perhutani incar laba Rp1 triliun

JAKARTA: Perum Perhutani menargetkan dapat mencetak laba hingga Rp1 triliun dalam 2-3 tahun ke depan.Direktur Keuangan Perhutani ANS Kosasih optimistis percepatan pertumbuhan di sektor industri yang digarap Perhutani saat ini akan memuluskan langkah
Errol Poluan
Errol Poluan - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  12:27 WIB

JAKARTA: Perum Perhutani menargetkan dapat mencetak laba hingga Rp1 triliun dalam 2-3 tahun ke depan.Direktur Keuangan Perhutani ANS Kosasih optimistis percepatan pertumbuhan di sektor industri yang digarap Perhutani saat ini akan memuluskan langkah Perhutani untuk mencapai target tersebut."Pada akhir 2010, Perhutani telah membukukan pendapatan Rp3 triliun dan mencetak laba bersih sebelum pajak sekitar Rp325,45 miliar," katanya saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, hari ini.Plt. Direktur Utama Perhutani Haryono Kusomo menambahkan Perhutani saat ini tengah melakukan investasi bisnis sumber daya hutan Perhutani dengan menggandeng empat BUMN kehutanan lainnya untuk sekaligus membiayai hutan tanaman industri karet di Kalimantan dan Sumatra."Kami yakin proyek-proyek sinergi BUMN seperti ini akan semakin memperkuat industri berbasis kehutanan di Indonesia dan membuat kiprah BUMN, khususnya Perhutani, semakin berarti dalam menggerakkan roda perekonomian bangsa," ujarnya.Tahun ini, Perhutani mengalokasikan belanja modal (capex) Rp1 triliun yang sebagian besar digunakan untuk membiayai pembangunan sentra-sentra industri berbasis sumber daya hutan serta pembangunan kerja sama hutan tanaman industri (HTI), terutama HTI karet yang akan digarap bersama oleh Perhutani dan PT Inhutani I,II,III, dan V. Untuk belanja operasional, Perhutani setiap tahunnya mengalokasikan dana sekitar Rp2 triliun yang sebagian besar digunakan untuk pembayaran gaji sekitar 25.000 karyawan Perhutani yang tersebar di seluruh Jawa dan Madura hingga ke pelosok-pelosok daerah. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sudah menyatakan kesiapannya untuk memberikan pinjaman pendanaan untuk capex dan belanja operasional Perhutani. Hari ini, kedua perusahaan pelat merah tersebut telah menandatangani nota kesepakatan tentang pembiayaan bisnis kehutanan di kantor Kementerian BUMN.Fasilitas pinjaman yang diperoleh Perhutani sekitar Rp1,96 triliun, dengan rincian sebesar Rp964 miliar untuk capex dan Rp1 triliun untuk pembiayaan belanja operasional.Direktur BUMN dan Kelembagaan BRI Asmawi Sjam mengatakan dukungan pembiayaan tersebut diberikan bukan hanya dalam rangka sinergi antarsesama BUMN, tetapi juga karena Perhutani dinilai sebagai BUMN yang sehat."Kami yakin fasilitas ini akan mampu membuat Perhutani semakin fokus dan mampu dalam melaksanakan pengembangan bisnis serta investasi usahanya ke depan," katanya.Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyambut baik kerja sama dua BUMN itu. "Ini menjadi momen sebagai lahirnya value creation karena Perhutani selama ini belum pernah memanfaatkan fasilitas pinjaman untuk belanja operasional, apalabi capex," katanya saat memberikan sambutan. (yes)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top