DPR minta defisit APBN 2011 dikaji ulang

JAKARTA: Pemerintah perlu menghitung ulang defisit APBN 2011 yang dipatok 1,8% dari produk domestik bruto lantaran dinilai sudah tidak relevan. Anggota Badan Anggaran DPR Achsanul Qosasih mengungkapkan bahwa besaran defisit 2011 hampir dipastikan melebar
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  12:10 WIB

JAKARTA: Pemerintah perlu menghitung ulang defisit APBN 2011 yang dipatok 1,8% dari produk domestik bruto lantaran dinilai sudah tidak relevan. Anggota Badan Anggaran DPR Achsanul Qosasih mengungkapkan bahwa besaran defisit 2011 hampir dipastikan melebar dari asumsi awal pemerintah. Kondisi ini tidak lepas dari pengaruh kondisi perekonomian global, khususnya gejolak harga minyak dunia yang memicu kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia crude price (ICP). Kenaikan harga minyak yang tidak diimbangi dengan maksimalnya produksi minyak dalam negeri akan mendorong pemerintah menambah beban subsidi dalam APBN 2011. Penambahan alokasi anggaran subsidi tersebut mendorong peningkatan defisit anggaran, ujarnya saat dihubungi wartawan hari ini. Meski demikian, Badan Anggaran sejauh ini memberi sinyal positif bagi pemerintah untuk memperlebar ruang defisit dari yang dipatok sebelumnya. Achsanul mengatakan pemerintah dipersilakan mengeluarkan instrumen surat berharga negara baik berupa obligasi maupun surat utang negara untuk menutup defisit tersebut. Dia menilai instrumen pembiayaan tersebut paling memungkinkan dilakukan lantaran upaya penghematan anggaran belum terealisasi. Achsanul mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapat kejelasan mengenai besaran penghematan belanja negara yang dilakukan oleh instansi pemerintah baik kementerian atau lembaga. (luz)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top