Pelatihan entrepreneurship hasilkan 10 embrio bisnis

JAKARTA: Startup Weekend, pelatihan entrepreneurship intensif selama 54 jam di akhir pekan yang baru pertama digelar di Indonesia efektif melahirkan sedikitnya 10 embrio bisnis dari 10 kelompok peserta.
Basilius Triharyanto
Basilius Triharyanto - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  09:58 WIB

JAKARTA: Startup Weekend, pelatihan entrepreneurship intensif selama 54 jam di akhir pekan yang baru pertama digelar di Indonesia efektif melahirkan sedikitnya 10 embrio bisnis dari 10 kelompok peserta.

Bisnis sesungguhnya akan lahir setelah pelatihan karena 100 alumni pertama dengan kelompoknya masing-masing akan menindak lanjuti proposal bisnis yang telah mereka buat selama pelatihan, kata Andi S. Boediman, pendiri International Design School (IDS) salah satu juri dari kegiatan itu, hari ini.

Menurut dia dari 10 kelompok yang telah melahirkan ide bisnis maka jika satu perusahaan bisa terwujud dan berjalan dengan baik sudah bagus. Karena itu untuk akselarasi pelatihan entrepreneurship, Startup Weekend memang perlu dilaksanakan di berbagai daerah dengan jumlah peserta yang jauh lebih besar sehingga banyak melahirkan wirausahawan baru.

Para juri dari kegiatan Startup Weekend yang diselenggarakan pada 20-22 Mei 2011 di Epicentrum Walk akhirnya memilih tiga kelompok yang mengusung konsep-konsep bisnis paling potensial dan layak di danai serta diwujudkan menjadi bisnis nyata.

Mereka adalah Dream Marine di posisi pertama serta Buzzspot dan kadomikado.com sebagai pemenang kedua dan ketiga.

Kelompok lainnya bukan berarti ide bisnisnya tak layak, namun mereka kesulitan dalam hal presentasi bisnis yang hanya bisa dilakukan dalam lima menit tapi sudah mencakup problem, solusi dan bagaimana strategi pemasarannya, kata Shinta Dhanuwardoyo,pendiri Bubu.com yang juga partner lembaga pembiayaan Nusantara Ventures.

Menurut Shinta, baik sebagai juri maupun investor, ide-ide bisnis yang lahir dari para peserta Starup Weekend menarik untuk ditindaklanjuti apalagi banyak dari peserta muda yang focus pada aplikasi mobile yang sedang tren.

Kelemahan dalam presentasi juga ditandai oleh juri dan sekaligus investor lainnya, Charles Gandha dari Investidea. Dia akan membantu ide-ide bisnis bisa terwujud namun kelemahan hamper semua peserta adalah dalam hal presentasi bisnis.

Memang butuh jam terbang untuk mampu presentasi bisnis dengan ringkas, padat dalam lima menit dan memberikan keyakinan pada investor bahwa proposal bisnisnya layak untuk didanai dan bisa jadi bisnis yang menguntungkan, kata Charles.

Pelatihan yang diselenggarakan Universitas Ciputra Entrepreneurs Center (UCEC), wakil Kauffman Foundation di Indonesia bekerjasama dengan Indonesia Technopreneur Community, IDS dan mitra kerja lainnya ini menerapkan penilaian yang memenuhi tiga aspek berikut: customer validation, business model, dan execution.

Validasi konsumen melibatkan wawancara langsung dengan para konsumen yang menjadi target penjualan produk/ jasa yang dijual, dimasukkannya saran konsumen ke dalam usaha perbaikan produk/ jasa, dan terciptanya sebuah basis pengguna yang setia.

Sementara itu, business model sendiri terbagi menjadi ciri khas apa yang akan menjadi pembeda dari pesaing, bagaimana memperoleh konsumen, serta bagaimana dengan logis dan jelas bisa menjelaskan model pemasukan usaha yang profitable.

Di aspek pelaksanaan atau eksekusi, peserta harus tahu bagaimana mengembangkan purwarupa (prototype) yang bisa sepenuhnya berfungsi, dan cara menjalankan ide ini dengan baik sebagai sebuah tim yang solid. (ra)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top