Ujicoba alat deteksi pemakaian BBM subsidi molor

JAKARTA: Pemerintah mengundurkan jadual ujicoba alat pendeteksi pemakaian BBM bersubsidi memakai teknologi berbasis gelombang radio (Radio Frequency Identification/RFID) pada September-Oktober 2011. Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo
- Bisnis.com 30 Mei 2011  |  12:07 WIB

JAKARTA: Pemerintah mengundurkan jadual ujicoba alat pendeteksi pemakaian BBM bersubsidi memakai teknologi berbasis gelombang radio (Radio Frequency Identification/RFID) pada September-Oktober 2011. Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo sebelumnya mengatakan ujicoba RFID akan dilakukan pada Juli tahun ini. "Ujicoba mungkin baru sekitar Agustus-September dan kita akan coba 3 bulan setidaknya," ujarnya ketika ditemui usai Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR hari ini.

Ujicoba RFID akan dilakukan pada sekitar 500 kendaraan mikrolet M01 rute Kampung Melayu-Senen. Dengan ini Evita menegaskan, pemerintah belum berencana melakukan pengaturan BBM bersubsidi pada 1 Juli tetapi melakukan pengetatan penyaluran dengan peraturan yang ada, yakni dengan mengujicoba RFID. Evita mengatakan dengan ujicoba ini, pemerintah ingin mengetahui berapa konsumsi normal premium yang digunakan oleh kendaraan umum. "Jadi sebetulnya ini adalah untuk mengatur, nanti akan ada semacam kuota. Misalnya untuk rute Kampung Melayu-Senen itu normalnya sehari dia butuh 60 liter misalnya. Tapi utamanya yang akan kita coba bukan berapa liternya. Tapi apakah sistem (RFID) itu bisa reliable atau tidak, jadi bisa dipercaya nggak sistem itu, apa mengganggu nggak, jadi kita coba aja dulu." (aph)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top