ICP 2012 diusulkan US$75-US$95/barel

JAKARTA : Kementerian ESDM mengusulkan sejumlah asumsi makro pada subsektor migas pada 2012 yakni Indonesian Crude Price (ICP) pada kisaran US$75-US$95 per barel dan lifting minyak bumi 950.000-970.000 barel per hari. Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita
- Bisnis.com 30 Mei 2011  |  09:47 WIB

JAKARTA : Kementerian ESDM mengusulkan sejumlah asumsi makro pada subsektor migas pada 2012 yakni Indonesian Crude Price (ICP) pada kisaran US$75-US$95 per barel dan lifting minyak bumi 950.000-970.000 barel per hari. Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan realisasi ICP pada 2010 sebesar US$78,07 per barel. Untuk asumsi tahun ini yang ditetapkan US$80 per barel, hingga 22 Mei 2011 realisasinya sudah mencapai US$107,3 per barel.

"Lifting 2012, kami usulkan 950-970.000 barel per hari," ujarnya dalam paparannya di sela-sela Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR hari ini.

Evita menjelaskan realisasi lifting pada 2010 mencapai 954.000 barel per hari. Adapun realisasi lifting pada 22 Mei realisasinya 897.000 barel per hari dari target tahun ini sebesar 970.000 barel per hari.

Untuk volume bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar nabati (BBN), realisasinya 38,38 juta kiloliter (kl) pada 2010. Sementara itu, dari target tahun ini 38,59 juta kl, realisasinya hingga 22 Mei 2011 sudah 15,46 juta kl.

"Tahun 2012 kami sampaikan dua usulan, apabila kita bisa lakukan pengaturan BBM bersubsidi pada Januari 2012, volume BBM dan BBN sebesar 41,7 juta kl dan jika tidak dilakukan pengaturan sebesar 45,6 juta kl."

Dia memerinci usulan 2012 alokasi untuk premium 25,2 juta-27,8 juta kl, minyak tanah 2,1 juta kl dan solar 14,4 juta -15,7 juta kl, sedangkan LPG dialokasikan 3,6 juta metrik ton pada 2012. (aph)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top