Lonjakan biaya operasional akibat pembatasan truk diantisipasi

News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Mei 2011  |  10:51 WIB

JAKARTA: Kalangan dunia usaha mulai menghitung ulang anggaran perusahaan untuk mengantisipasi lonjakan biaya operasional yang mencapai di atas 15% akibat dari dampak kebijakan pembatasan jam operasi truk di jalan tol dalam kota Jakarta.

Wakil Ketua Umum Kadin Jaya Yukki N. Hanafi mengatakan kebijakan pembatasan jam operasi yang kini hanya diberlakukan di ruas jalan tol Cawang-Pluit itu memicu terjadinya inefisiensi pada sektor produksi dan distribusi barang.

Kondisi tersebut tidak sejalan dengan program pemerintah dalam upaya mendorong perkembangan industri dan perdagangan nasional yang didukung kinerja pelabuhan untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, katanya di Jakarta hari ini.

Dia mengatakan kebijakan pebatasan jam operasional truk itu berdampak menurunkan jumlah rit atau perjalanan pergi-pulang armada dari 2 rit per hari menjadi 1 rit per hari dari karena harus jalan memutar menghindari jalan tol rute Cawang-Pluit pada pukul 05.00-22.00 WIB.

Menurut dia kenaikan biaya operasional truk akan diikuti dengan kenaikan tarifnya yang dengan sendirinya akan membebani produsen dan industri yang kini mulai merasakan kebijakan pembatasan jam operasional truk sering menghambat pengiriman bahan baku dan produk yang dihasilkan.

Beberapa anggota Kadin Jaya mengeluhkan bahan baku industrinya tertahan di pelabuhan Tanjung Priok karena truknya terlambat datang, atau pengiriman produknya untuk pasar ekspor dan dalam negeri juga terhambat, ujarnya.

Yukki mengatakan kebijakan pemerintah membatasi truk dan angkutan berat melintas jalan tol dalam kota rute Cawang-Pluit pukul 05.00-22.00 WIB bukan menjadi alternatif solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Ibu Kota. (api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top