Asean bidik wisatawan asal Timur Tengah

JAKARTA: Indonesia bersaing dengan negara anggota Asean lainnya dalam merebut kunjungan wisatawan dari Timur Tengah sementara target RI tahun ini menjaring 152.000 wisatawan dari kawasan itu."Saya hadir di Arabian Travel Mart (ATM) 2-5 Mei 2011 lalu
Basilius Triharyanto
Basilius Triharyanto - Bisnis.com 29 Mei 2011  |  11:22 WIB

JAKARTA: Indonesia bersaing dengan negara anggota Asean lainnya dalam merebut kunjungan wisatawan dari Timur Tengah sementara target RI tahun ini menjaring 152.000 wisatawan dari kawasan itu."Saya hadir di Arabian Travel Mart (ATM) 2-5 Mei 2011 lalu dan ternyata Thailand paling tinggi dalam merebut kunjungan wisatawan dari Timur Tengah mencapai 449.000 orang tahun lalu. Untuk 2011 ini targetnya malah 500.000 orang," ujar Diyak Mulahela, Direktur Lembaga Pengembangan Informasi Pariwisata (Lepita) hari ini.Sementara target Malaysia tahun ini mencapai 236.000 orang terutama dari Iran, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab (UAE). Untuk UAE sendiri memang jadi target pasar utama dari negara-negara Asean."Soalnya di negara Uni Emirat Arab penduduk aslinya total hanya 800.000 tapi jumlah penduduknya 8,5 juta dimana sebagian besar adalah pendatang yang gemar berwisata. Dubai, penduduk asli 250.000 tapi total dengan pendatang jadi 3 juta orang."Filipina juga gencar jaring turis Arab dan hadir di ATM sebagai bursa wisata terbesar di kawasan itu. Tahun lalu negara anggota Asean ini bisa menjaring 48.716 orang dan targetnya tahun ini bisa mencapai 61.000 orang."Di ajang ATM ini Malaysia luasnya 410 meter persegi, dua kali lipat dari RI dan punya panggung khusus untuk pagelaran budaya sehingga ketika tim keseniannya tampil, langsung menarik perhatian pengunjung," kata Diyak.Sementara Thailand tampilkan Thai Spa dan menjual medical tourism. Sedangkan Pilipina standnya dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati zona relaksasi dengan memberikan pijat gratis khusus bagi pengunjung selama 15 menit. Diyak mengatakan selain Asean, negara-negara Eropa dan Amerika juga berupaya merebut kunjungan wisatawan Arab ke negara mereka yang dikenal kerap berwisata dengan anggota keluarga dan tidak mempermasalahkan harga karena mereka memiliki pengeluaran tinggi untuk semua kenyamanan wisata yang dilakukannya."Jangan heran kalau wisata kapal pesiar, wisata gunung, wisata pengobatan dari klinik atau rumah sakit terkemuka di Slovakia, Hungaria juga berupaya menjaring pasar Arab," kata Diyak.Kalangan industri pariwisata yang hadir di ATM seperti Jeantyn, Direktur Penjualan Aston Group Hotel dan Herna P Danuningrat, Ketua Association of Travel Agencies of Indonesia (Asita) mengatakan tetap optimistis RI bisa unggul dalam menjaring turis Arab."Mereka optimistis jika Departemen Kebudayaan dan Pariwisata harus bisa merangkul daerah tujuan wisata di daerah sehingga kita bisa mengemas beragam paket wisata yang mampu menahan lama tinggal wisman Timteng," kata Diyak.Menurut dia, Depbudpar akan menjaring penduduk asli dengan wisata green dan untuk ekspatriat yang tinggal di UAE dengan wisata sport. (ra)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top