Kemenhub gandeng ITB kaji akses truk di tol dalam kota

JAKARTA: Kementerian Perhubungan melibatkan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam mengkaji kebijakan akses lalu lintas mobil truk dan angkutan barang di jalan tol dalam kota Jakarta.
M. Faisal
M. Faisal - Bisnis.com 28 Mei 2011  |  05:46 WIB

JAKARTA: Kementerian Perhubungan melibatkan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam mengkaji kebijakan akses lalu lintas mobil truk dan angkutan barang di jalan tol dalam kota Jakarta.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan pemerintah mencoba melihat kebijakan itu dari berbagai aspek dan dampaknya terhadap semua pihak, sehingga bisa menghasilkan bentuk kebijakan yang berpihak pada kebaikan bersama bagi semua pemangku kepentingan."ITB membuat analisa dari sisi ekonomi dan hasilnya kami tunjukkan kepada para pemangku kepentingan. Rekomendasi itu mungkin bisa diujicobakan. Kami akan melihat bagaimana alternatif ke depan,"katanya di Jakarta, hari ini.Menurut dia, pihaknya sebenarnya memiliki pertimbangan untuk mengambil jalan tengah dengan cara penentuan izin waktu bagi truk untuk melewati tol dalam kota.Hingga saat ini, analisa dan kajian itu masih dilakukan untuk mebahas antara kepentingan memecah masalah kemacetan dan kepentingan lalu lintas barang yang kedua sama penting bagi daya saingperekonomian nasional.Dia mengharapkan kajian dari ITB bisa menjawab persoalan pelik yang dihadapi oleh masalah transportasi di Jakarta yang sampai hari ini terus mendapatkan perhatian dari masyarakat dan kalangan pebisnis.Dia mengakui pelarangan mobil truk masuk ke jalan tol dalam kota Jakarta awalnya dilatarbelakangi oleh kepentingan untuk menyukseskan pertemuan tingkat tinggi negara Asean yang digelar awal Mei di Jakarta.Meski demikian, kebijakan itu ternyata dilanjutkan oleh Pemprov DKI Jakarta, karena dinilai efektif untuk memecah kemacetan dalam kota.Kebijakan itu ternyata dianggap merugikan oleh kalangan pengusaha jasa angkutan darat dan pemerintah daerah di sekitar Jakarta, seperti Tangerang dan Tangerang Selatan."Walikota Tangsel dan Tangerang, serta daerah di sekitarnya mengeluh. Kami meminta agar hal ini dibahas bersama. Kami [kemenhub] mengayomi semua, jangan hanya [kepentingan] sepihak. Pemerintah pusat itu mengayomi semua pihak, termasuk di kawasan Tangerang Selatan yang mengeluh soal kemacetan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top