Produksi kondensat Blok Cepu akan diprioritaskan

KARAWANG: Pemerintah akan memprioritaskan pemanfaatan produksi kondensat Blok Cepu untuk bahan baku industri petrokimia sebagai respons terhadap rencana investasi Honam Petrochemical Corp di Tuban.
M. Faisal
M. Faisal - Bisnis.com 28 Mei 2011  |  09:23 WIB

KARAWANG: Pemerintah akan memprioritaskan pemanfaatan produksi kondensat Blok Cepu untuk bahan baku industri petrokimia sebagai respons terhadap rencana investasi Honam Petrochemical Corp di Tuban.

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan saat ini rekonsiliasi antara PT Pertamina (Persero) dan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama telah tercapai. Kedua perusahaan itu, katanya, berpotensi menjadi kekuatan besar bagi produksi petrokimia nasional."Tidak seperti yang lalu, satu impor, satu ekspor terhadap komoditas yang sama. Sekarang itu sudah bisa diselesaikan. Kalau tidak, nanti yang untung hanya trader," katanya hari ini. Dalam rencana pengembangan petrokimia ke depan, terutama di komplek petrokimia Tuban, Hidayat mengatakan pemerintah akan mengarahkan kebijakan yang memungkinkan pasokan bahan baku dari dalam negeri. Kondensat dari Blok Cepu, ungkapnya, merupakan salah satu sumber yang potensial untuk memasok kebutuhan investasi baru di sektor petrokimia di wilayah Tuban."Rencana investasi baru, seperti Honam, bisa diarahkan untuk mendapatkan pasokan bahan baku dari Blok Cepu."Seperti diinformasikan sebelumnya, Presiden Direktur PT Tuban Petrochemical Industries Amir Sambodo mengatakan Honam menunjukkan tingkat keseriusan lebih tinggi untuk berinvestasi dan bekerja sama dengan TPPI, anak perusahaan Tuban Petro. Bahkan, Amir mengatakan dalam pertemuannya baru-baru ini dengan manajemen Honam terungkap rencana perusahaan tersebut untuk tidak sebatas investasi produksi olefin, melainkan hingga ke hilir plastik.Hanya saja, katanya, untuk rencana investasi baru tersebut Honam membutuhkan kepastian pasok bahan baku. Sumber yang diharapkan untuk bisa diraih, katanya, adalah kondensat yang di produksi ExxonMobil dan Pertamina di Blok Cepu."Blok Cepu itu menghasilkan hingga 500 MMscfd gas dan sekitar 20.000 barel per hari kondensat. Itu cukup besar, baik kondensatnya maupun gas yang juga bisa dimanfaatkan untuk light olefin," terangnya. Dirjen Basis Industri Manufaktur Kemenperin Panggah Susanto mengatakan saat ini TPPI baru mendapatkan sebagian bahan baku dari Senipah dan instansinya mendorong agar perusahaan itu bisa memperoleh pasokan kondensat dari dalam negeri. Dia membenarkan untuk investasi baru dalam 3 tahun hingga 4 tahun mendatang, investor perlu diberi kepastian pasokan bahan baku setidaknya tahun ini.Pemerintah, katanya, telah berkoordinasi untuk memanfaatkan hasil produksi Blok Cepu, baik dengan Pertamina, Kementerian ESDM, Petrokimia Gresik, dan TPPI-Tuban Petro. Namun, dia mengakui hingga kini belum ada hasil keputusan signifikan."Belum ada keputusan karena masih menunggu keputusan masalah operator dan juga pemipaan dari wellhead menuju gate pembeli. Akan tetapi kalau pipa, rasanya Pertagas yang akan bangun baik ke Gresik maupun yang ke Tuban," terangnya.Secara prinsip Panggah mengatakan pemerintah akan mengusahakan semangat memberi nilai tambah bisa direalisasikan di sektor petrokimia. "Jadi, mestinya kondensat hasil produksi dalam negeri dipakai di dalam negeri. Untuk Tuban kami kira memang bisa dari Blok Cepu, karena potensinya cukup besar, yaitu dari Lapangan Jambaran yang belum putus soal operatornya siapa." (spr)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top