Kemenhub bangun jalur KA Sei Mangkei

JAKARTA: Kementerian Perhubungan membangun jalur kereta api pendukung kawasan Industri Sei Mangkei Sumatra Utara senilai Rp540 miliar sebagai bagian dari 17 proyek infrastruktur yang diusung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Mei 2011  |  10:00 WIB

JAKARTA: Kementerian Perhubungan membangun jalur kereta api pendukung kawasan Industri Sei Mangkei Sumatra Utara senilai Rp540 miliar sebagai bagian dari 17 proyek infrastruktur yang diusung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan pihaknya siap mendukung pembangunan sistem transportasi dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), di antaranya kawasan industri khusus Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun, provinsi Sumatera Utara. Kawasan ini termasuk dalam perkebunan kelapa sawit seluas 2.002 hektar.Kami siap mendukung kawasan industri Sei Mangkei di Sumatra Utara, kawasan ini termasuk dalam kawasan industri berbasis kelapa sawait yang akan diajukan menjadi kawasan pengembangan ekonomi khusus di Sumut, katanya hari ini.Dia menjelaskan, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan sistem transportasi pendukung dikawasan tersebut diperkirakan sebesar Rp990 miliar. Dana tersebut diperoleh dari skema kerjasama pemerintah swasta (KPS) atau public private partnership (PPP). Dana ini akan digunakan untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung dan pembangunan jalur kereta api (KA) yang menghubungkan jalur eksisting disekitar kawasan industri Sei Mangkei.Porsi kita di Sumut membuat jaringan kereta api, yang memungkinkan arus barang dari kebun-kebun terutama milik PT Perkebunan Nusantara III (Persero), menuju kawasan industri dan menuju ke pelabuhan, ujarnya.Untuk pembangunan jalur KA tersebut, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian telah menganggarkan Rp500 miliar dari APBN 2011 yang digunakan untuk pembangunan jalur KA dari stasiun Bandar Tinggi (jalur eksisting) menuju Kuala Tanjung sepanjang 18,25 km. Untuk pembebasan lahannya akan diberikan kepada pemerintah kabupaten Simalungun.Pada pembangunan jalur KA dari stasiun Perlanaan (jalur eksisiting) menuju pusat kawasan industri Sei Mangkei (jalur akses) sepanjang 6,86 km akan menggunakan anggaran dari konsersium dua badan usaha miliki negara (BUMN) yaitu PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp40 miliar.Untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung akan menggunakan anggaran dari PT Pelindo I sebesar Rp450 miliar. Pembangunan jangka pendek dan menengah yaitu pada 2011-2016, pengembangan pelabuhan terdapat di Terminal Kargo hingga gudang dan lapangan penumpukan seluas 3,12 ha, selain itu juga pengembangan kantor dan pendukung 2,63 ha, terakhir yaitu pengembangan Curah Cair, areal curah seluas 5,83 ha.Untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung jangka panjang, yaitu pada pengembangan Terminal Cargo khususnya di gudang dan areal tumpuk seluas 1,09 ha. Selain itu juga pengambangan Terminal Curah Kering khususnya pada gudang dan areal curah seluas 5,57 ha.Kawasan industri Sei Mangkei merupakan suatu kawasan industri berbasis kelapa sawit yang dibangun oleh PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Proyek ini diharapkan menjadi pioner bagi pengembangan industri hilir kelapa sawit dan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah. Rencananya untuk tahap awal pembangunan kawasan Sei Mangkei sebagai kawasan industri khusus akan dipakai untuk membangun pabrik refinery dan oleochemicals seluas 104 hektar. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top