Deflasi diprediksi berlanjut pada Mei

JAKARTA: Bank Indonesia memproyeksi deflasi masih terus berlanjut sepanjang bulan ini berkat pelemahan tekanan harga kelompok volatile foods. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan selama Mei deflasi masih terus berlanjut meskipun tidak sebesar
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 27 Mei 2011  |  08:13 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia memproyeksi deflasi masih terus berlanjut sepanjang bulan ini berkat pelemahan tekanan harga kelompok volatile foods. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan selama Mei deflasi masih terus berlanjut meskipun tidak sebesar bulan sebelumnya. Pada Mei mungkin deflasi kurang dari 0,1%, ujarnya hari ini. Gubernur BI mengatakan apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang diwarnai inflasi 0,29%, inflasi tahunan hingga akhir Mei tahun ini diperkirakan dibawah 6%. Karena inflasinya rendah dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, secara year-on-year sekitar 5,8% hingga 5,9%, kata Darmin. Dia menjelaskan deflasi dipengaruhi oleh rendahnya tekanan kenaikan harga pada kelompok bahan makanan yang harganya sangat berfluktuasi (volatile foods). Selain itu, lanjutnya, tekanan dari kelompok inflasi inti juga sedikit mengecil. Inflasi inti (core inflation merupakan inflasi yang dianggap mampu dikendalikan melalui kebijakan moneter.Jadi tekanan inflasi tahun ini masih terjadi. Tetapi kalau diluar administered price kelihatannya tekanan inflasi tidak terlalu berat, jelasnya. Administered price digunakan untuk mengelompokkan sejumlah barang yang harganya banyak ditentukan pemerintah seperti tarif listrik dan harga BBM.Adapun volatile foods di antaranya beras, cabe, dan hasil-hasil pertanian lainnya.(luz)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top