Jelang tahun baru, stok BBM aman

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) menyiapkan stok bahan bakar minyak (BBM) subsidi sekitar 3,2 juta kiloliter (kl) menjelang malam pergantian tahun 2010 ke 2011.VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan stok BBM subsidi sebanyak 3,2
Tiara Syahra Syabani
Tiara Syahra Syabani - Bisnis.com 31 Desember 2010  |  10:44 WIB

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) menyiapkan stok bahan bakar minyak (BBM) subsidi sekitar 3,2 juta kiloliter (kl) menjelang malam pergantian tahun 2010 ke 2011.VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan stok BBM subsidi sebanyak 3,2 juta kl terdiri dari premium 1,2 juta kl atau setara dengan ketahanan 18 hari, minyak tanah 467 ribu kl atau setara dengan ketahanan 56 hari, dan solar 1,5 juta kl atau setara dengan ketahanan 21 hari."Stok Pertamax tersedia 111 ribu kl atau cukup untuk 38 hari, Pertamax Plus 19 ribu kl atau 56 hari dan Avtur 23 ribu kl atau 24 hari. Stok tersebut juga sudah disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan dalam rangka perjalanan liburan Tahun Baru," ujar Harun sore ini.Lebih lanjut Harun menyebutkan pihaknya juga akan memantau ketersediaan pasokan BBM di seluruh Indonesia. Langkah yang dilakukan antara lain dengan mengaktifkan Satgas BBM Tahun Baru sejak 22 Desember 2010 hingga 10 Januari 2011. Dalam pelaksanaannya, Satgas ini berkoordinasi dengan Satgas di Kementerian ESDM dan Posko Satgas di BPH Migas.Berdasarkan hasil pantauan, pada masa puncak Natal 2010 yaitu 23-25 Desember 2010 tidak terjadi kenaikan permintaan yang berarti. Selama 23 - 25 Desember 2010, realisasi konsumsi Premium sebesar 200 ribu kl, Minyak Tanah 23 ribu kl, dan Solar 269 ribu kl. Namun konsumsi tersebut sudah diantisipasi dengan peningkatan stok seperti dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.Terkait dengan rencana pemerintah untuk melaksanakan pengaturan BBM bersubsidi, kata Harun, Pertamina telah menyiapkan infrastruktur, diantaranya adalah menambah tangki timbun untuk Pertamax atau mengganti penggunaan tangki timbun Premium untuk penggunaan Pertamax baik di SPBU maupun di depot, menyiapkan mobil tangki khusus untuk Pertamax dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya terutama di wilayah Jabodetabek."Dari total SPBU Pertamina di Jabodetabek yang sebanyak 720 unit, 530 SPBU diantaranya sudah menjual Pertamax. Sedangkan sisanya sedang dalam tahap persiapan."Depo yang sudah disiapkan untuk memasok BBM ke wilayah Jabodetabek yaitu Depo Cikampek, Depo Padalarang, Depo Plumpang, Depo Tasikmalaya, Depo Ujung Berung, Terminal Transit Utama Balongan dan Terminal Transit Gerem.Seiring dengan persiapan tersebut, Pertamina pun melakukan peningkatan layanan di fasilitas distribusinya, seperti Instalasi Jakarta Group dan Instalasi Surabaya Group. Salah satunya pada 20 Desember 2010, dimana Pertamina meresmikan layanan New Gantry yang merupakan bagian dari Terminal Automation System (TAS) di Instalasi Jakarta Group.Adapun sistem baru ini membuat aktivitas penyaluran BBM di Depo Plumpang menjadi lebih cepat, akurat, dan menghemat biaya operasional hingga Rp 30-35 miliar per tahun.Guna melayani kebutuhan BBM untuk konsumen di Jawa Timur dan sekitarnya, Pertamina menambah fasilitas untuk berupa Terminal Transit Utama (TTU) Tuban. TTU Tuban akan mampu menampung BBM sampai dengan 350.000 kl.Dengan jumlah fasilitas penerimaan BBM yang terdiri dari 2 buah Single Point Mooring (SPM), TTU Tuban berkemampuan menerima beberapa produk dalam waktu yang bersamaan. Dalam kondisi normal, pengoperasian TTU Tuban dapat dilakukan dengan fully automation system untuk kegiatan penerimaan, penimbunan dan penyaluran BBM.Selain itu, Terminal BBM Surabaya juga menerima penghargaan Madya Citra Pelayanan Prima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara pada 15 November 2010. Penghargaan ini merupakan bukti bahwa pelayanan Pertamina sudah mengalami peningkatan dan perbaikan serta memenuhi standar yang diinginkan konsumen. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top