Kementerian Pertanian terus pacu produksi tanaman pangan

JAKARTA: Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi tanaman pangan terkait dengan prediksi kenaikan harga pangan pada tahun depan.
Arif Budi Winarto
Arif Budi Winarto - Bisnis.com 30 Desember 2010  |  10:43 WIB

JAKARTA: Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi tanaman pangan terkait dengan prediksi kenaikan harga pangan pada tahun depan.

Yang pasti peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan pangan menjadi penting untuk dilakukan. Selain itu juga memberikan benih yang tahan terhadap perubahan cuaca, ujar Menteri Pertanian Suswono di Jakarta hari ini. Dia mengatakan Kementan juga akan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika terkait dengan prediksi tentang cuaca.

Dia menambahkan sejak awal Kementan sudah melakukan persiapan mengenai perubahan cuaca dengan mendorong riset dan pengembangan varietas unggul yang tahan terhadap cuaca. Hal itu agar produksi tidak terganggu. Jika produksi tidak terganggu, cadangan pangan dalam negeri terpenuhi.Mentan mengungkapkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah menghasilkan varietas benih padi yang tahan terhadap kekeringan yakni Inpago, tahan genangan air (Inpara), dan tahan serangan hama wereng (Inpari 13).

Suswono menjelaskan untuk mengatasi dampak perubahan iklim tersebut saat ini sedang dilakukan pengkajian dalam suatu penelitian konsorsium terhadap konsep strategi antisipasi, mitigasi dan penanggulangan atau teknologi adaptasi. Pada 2011, kami mengalokasikan anggaran riset dan pengembangan lebih dari Rp1 triliun, katanya. Menurut dia, prediksi peningkatan harga komoditas pangan pada tahun depan karena kemungkinan terbatasnya pasokan pangan akibat perubahan cuaca. Mengingat, katanya, akan banyak produsen pangan yang akan menahan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Akibatnya, katanya, terjadi lonjakan harga.Suswono menyatakan fenomena yang paling mudah dilihat akibat dampak perubahan cuaca pada sektor pertanian adalah meningkatnya serangan hama pada tanaman perkebunan, tanaman pangan maupun hortikultura. Selain itu, tambahnya, waktu panen akan mundur, dan penurunan produksi komoditas yang seharusnya panen pada musim kering.Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian Haryono menyatakan provinsi akan segera mendapatkan kalender tanam yang lebih aktual. Sebelumnya telah dibuat kalender tanam yang memiliki tiga tipe yakni digunakan pada saat kondisi musim normal, kondisi musim kering, dan ketika banjir, ujarnya. Dia mengatakan kalender tanam ini akan diaktualkan kembali dengan disesuaikan kondisi saat ini. Menurut dia, kalender tanam ini dibagikan kepada seluruh daerah. Selain itu, tambah Haryono, untuk menjaga produksi terkait dengan perubahan musim perlu dijaga logistik benih dan upaya realokasi benih antarprovinsi. Yang harus diperhatikan untuk menjaga dan meningkatkan produksi adalah ketersediaan benih, volume, dan distribusinya, jelasnya.(bas)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top