Produksi tembakau Jabar diduga anjlok 54,8%

BANDUNG: Produksi tembakau Jawa Barat pada tahun ini diprediksi hanya 3.000 ton, anjlok 54,8% dari 2009 yang mencapai 6.650 ton.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2010  |  07:21 WIB

BANDUNG: Produksi tembakau Jawa Barat pada tahun ini diprediksi hanya 3.000 ton, anjlok 54,8% dari 2009 yang mencapai 6.650 ton.

Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jabar Afandi Firman mengemukakan penurunan produksi terjadi karena cuaca ekstrim yang berlangsung sejak April 2010 hingga sekarang.Menurut dia, penurunan produksi itu telah menyebabkan pasok tembakau ke sejumlah distributor maupun pabrik rokok menjadi tersendat.Tembakau mole Jabar biasanya diekspor ke Malaysia melalui Kota Padang. Tetapi, sekarang ini agak tersendat karena produksi turun. Demikian pula pasokan ke sejumlah pabrik rokok seperti Djarum, Sampoerna, Gudang Garam, ikut turun juga, katanya kepada Bisnis, hari ini.Penurunan produksi, kata dia, terjadi pada hampir semua jenis tembakau, yaitu mole, hitam, dan krosok. Apalagi, katanya, produksi tembakau mole dan hitam membutuhkan pengeringan dan perawatan khusus.Sehingga dengan cuaca seperti ini susah untuk mendapatkan kualitas tembakau yang bagus, ujarnya.Luas areal kebun tembakau di Jabar mencapai 8.000 hektare, yang tersebar di sejumlah wilayah a.l. Garut, Kuningan, Tasikmalaya, Banjar, dan Cirebon.Menurut dia, penurunan produksi tembakau di berbagai daerah di Indonesia menyebabkan harga komoditas ini naik tajam dalam beberapa pekan terakhir.Afandi mencontohkan tembakau mole yang biasanya dijual seharga Rp25.000 - Rp30.000 per kg, sekarang dihargai Rp45.000 per kg. Tembakau hitam naik dari harga normal Rp25.000 per kg menjadi Rp35.000 per kg.Sedangkan tembakau krosok yang biasanya dijual seharga Rp5.000 - Rp24.000 per kg (tergantung kualitas), kini naik menjadi Rp15.000 - Rp35.000 per kg.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top