Dua Pelabuhan di Sumatra siap dikeruk

Tisyrin Naufalty Tsani | 29 Desember 2010 08:45 WIB

JAKARTA: Pengerukan alur pelayaran di dua pelabuhan internasional di pulau Sumatra perlu segera diselesaikan setelah kapal-kapal mother vessel tidak bisa sandar akibat pendangkalan yang semakin parah.

Kedua pelabuhan itu adalah Pelabuhan Belawan di Medan, Provinsi Sumatra Utara dan Pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Di Belawan, tahun ini sudah dua operator mother vessel yang hengkang.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Indonesian National Shipowners Association (INSA) Hendra W. Kesuma mengatakan kedua kapal itu berasal dari Taiwan karena kapal mereka tidak bisa sandar di Belawan.

Akibatnya, kegiatan ekspor produk andalan nasional tidak bisa langsung menuju tujuan ekspor terutama China karena tidak ada kapal mother vessel yang melayani Belawan. Ekspor terpaksa melalui Singapura, tegasnya.

Sementara itu, di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, operator yang sebelumnya memegang kontrak pengerjaan pengerukan sudah berhenti mengerjakan kegiatan tersebut.

Padahal, berdasarkan catatan Bisnis, sebanyak 156 kapal berbagai ukuran pernah kandas di alur pelayaran pintu masuk Pelabuhan Pulau Baai, Provinsi Bengkulu selama periode Januari-Oktober 2010.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia Cabang Bengkulu Indra Hidayat Sani mengatakan hampir tiap hari selalu ada kapal yang kandar, terutama kapal-kapal bermuatan lebih dari 1.000 dead weight tonnage (DWT).

Menurut dia pendangkalan alur di pintu masuk Pelabuhan Pulau Baai semakin mengkhawatirkan karena belum ada penanganan secara optimal untuk mengeruk alur itu. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top