Merpati siapkan penerbangan sewa

JAKARTA: Merpati Nusantara Airlines belum puas dengan penerbangan setiap hari di rute DenpasarDili, Timor Leste, sehingga memutuskan untuk membuka penerbangan sewa (carter) KupangDili.
News Editor | 29 Desember 2010 22:01 WIB

JAKARTA: Merpati Nusantara Airlines belum puas dengan penerbangan setiap hari di rute DenpasarDili, Timor Leste, sehingga memutuskan untuk membuka penerbangan sewa (carter) KupangDili.

Sementara itu, Batavia Air yang juga mendapat jatah penerbangan setiap hari di rute yang sama masih meraba pasar hingga beberapa bulan ke depan untuk memutuskan perlu atau tidaknya terbang secara sewa (carter) dari kota lainnya di Indonesia.

Direktur Niaga Merpati Tonny Aulia Achmad mengatakan pihaknya akan memperluas penetrasi penerbangan ke Dili melalui layanan penerbangan carter. Untuk tahap awal, penerbangan carter dimulai di rute KupangDili mulai 5 Januari 2011, setelah sebelumnya terbang berjadwal di DenpasarDili per 8 Desember 2010.

Dia menuturkan target pasar Merpati di rute KupangDili adalah wisatawan domestik dan mancanegara.

Kami akan terbang carteran karena kuota frekuensi sebanyak 14 kali penerbangan sudah habis dipakai. Meskipun carteran, tetap diusahakan bisa sebanyak tiga kali seminggu secara rutin. Rencananya menggunakan pesawat Xian MA-60, jelasnya kemarin.

Tonny mengungkapkan saat ini Merpati tengah memproses perizinan penerbangan carter ke pemerintah Timor Leste, dan diharapkan bisa direalisasikan.

Kami sudah meminta perizinan ke Timor Leste. Penerbangan ini cukup penting untuk mendekatkan kedua negara, jelasnya.

Dia mengatakan pihaknya tidak bisa berinisiatif meminta agar pemerintah Indonesia-Timor Leste kembali melakukan perundingan, untuk menambah kuota frekuensi penerbangan kedua negara.

Mengenai kuota, kami tidak bisa meminta dan bergantung dari pemerintah kedua negara kapan akan berunding lagi, jelas Tonny.

IndonesiaTimor Leste beberapa waktu lalu menandatangani perjanjian angkutan udara di rute JakartaDenpasarDili sebanyak 14 kali per minggu. Ke depannya, kedua negara akan meluaskan kesepakatan, menjadi Surabaya-Dili dan Kupang-Dili.

Maksimalkan penerbangan

Dihubungi terpisah, juru bicara Batavia Air Edi Haryanto mengatakan pihaknya masih ingin berkonsentrasi terlebih dahulu di penerbangan harian DenpasarDili.

Kami baru saja terbang berjadwal DenpasarDili pada 27 Desember 2010, jadi ingin konsentrasi dulu. Mengenai kemungkinan membuka penerbangan carteran di rute ke Dili dari kota lainnya di Indonesia, akan diketahui dalam beberapa bulan ke depan, paparnya.

ia menuturkan rute DenpasarDili akan mendatangkan keuntungan bagi Batavia Air melalui tingkat isian penumpang yang ditargetkan mencapai 80% dengan segmen penumpang pebisnis dan wisatawan.

Edi memaparkan pihaknya menggunakan pesawat Airbus 320 dengan kapasitas total 152 kursi penumpang, terdiri dari 8 kursi kelas eksekutif dan 144 kursi kelas ekonomi.

Untuk penerbangan lainnya ke Dili, sampai saat ini belum ada ide karena kami ingin konsentrasi dulu ke yang berjadwal saat ini. Kami ingin membangun pasar untuk menghadirikan alternatif angkutan di rute itu. Tarif tiket pasti bersaing, paparnya.

Presdir Batavia Air Yudiawan Tansari mengatakan pasar kargo dari Dili ke kota lainnya di Indonesia juga cukup menjanjikan.

Rute penerbangan ke Dili membuat Batavia kini melayani penumpang di enam kota tujuan internasional, setelah sebelumnya terbang ke Jeddah dan Riyadh (Arab Saudi), Guangzhou (China), Kuching (Malaysia), dan Singapura. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top