Djakarta Lloyd batal siapkan handymax

JAKARTA: PT Djakarta Lloyd batal menyiapkan enam unit kapal handymax untuk mengangkut batu bara meskipun hingga kini kontrak dengan PT PLN (Persero) belum pasti kapan diteken.
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 29 Desember 2010  |  08:20 WIB

JAKARTA: PT Djakarta Lloyd batal menyiapkan enam unit kapal handymax untuk mengangkut batu bara meskipun hingga kini kontrak dengan PT PLN (Persero) belum pasti kapan diteken.

Perseroan BUMN itu akhirnya hanya menyiapkan dua unit kapal curah akibat kondisi pelabuhan bongkar di sejumlah PLTU milik PT PLN tidak memungkinkan untuk disandari oleh kapal-kapal berskala besar.

Pjs. Presiden Direktur PT Djakarta Lloyd (Persero) Bambang Sudarsono mengatakan pihaknya sudah mendapatkan komitmen dari pihak ketiga yang siap memasok dua unit kapal handymax berbendera Merah Putih.

Menurut dia, dua unit handymax itu akan dipakai perseroannya itu hasil kerjasama dengan pihak ketiga. "Kapal itu dipakai dengan sistem sewa beli. Jadi, kapal itu nantinya pada periode tertentu menjadi milik kami," katanya, hari ini.

Dalam rencananya perseroan tersebut akan memasok batu bara ke empat pembangkit yakni PLTU Labuan di Provinsi Banten, PLTU Labuan Angin di Sumatra Utara, PLTU Pacitan di Jawa Timur dan PLTU Pelabuan Ratu di Jawa Barat.

PLTU Labuan, Banten didesain berukuran 2x300 Mega Watt (MW) dan memerlukan pasokan batu bara sebanyak 1,90 juta ton per tahun, sedangkan PLTU Labuan Angin, Sumatra Utara didesain berukuran 2x200 MW dengan kebutuhan batu bara sebanyak 0,5 juta ton per tahun.

Adapun PLTU Pacitan, Jawa Timur didesain berukuran 2x300 MW dengan kebutuhan pasokanbatu bara sebanyak 1,90 juta ton, sedangkan PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat berkapasitas 3x300 MW dan memerlukan batu bara sebanyak 2,86 juta ton per tahun.

Hingga saat ini belum diketahui nilai kontrak pengangkutan tersebut, tetapi berdasarkan tarif angkutan [freight) saat ini yakni sekitar RpllO.000 per ton, maka Djakarta Lloyd berpeluang meraup Rp550 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top