Kemenperin prioritas dapat remunerasi 2011

JAKARTA: Kementerian Perindiustrian berharap mendapatkan prioritas utama untuk mendapatkan remunerasi tahun depan menyusul diperolehnya status wajar tanpa pengecualian dalam pengelolaan anggaran kementerian dua kali berturut-turut.
News Editor | 29 Desember 2010 09:47 WIB

JAKARTA: Kementerian Perindiustrian berharap mendapatkan prioritas utama untuk mendapatkan remunerasi tahun depan menyusul diperolehnya status wajar tanpa pengecualian dalam pengelolaan anggaran kementerian dua kali berturut-turut.

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan dalam pengelolaan anggaran, kementerian telah mendapatkan predikat WTP dua kali berturut-turut dan diharapkan status tersebut tetap dipertahankan pada 2011. Atas predikat yang telah dicapai itu, sambugnya, Hidayat mengaku telah menagih kebijakan remunerasi kepada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemen PAN).

Karena telah dua kali mendapatkan predikat WTP, saya sudah complain kepada MenPAN. Tahun depan, Kemenperin akan menjadi prioritas pertama untuk mendapatkan remunerasi, tuturnya hari ini.

Dari sisi kinerja pengelolaan anggaran, tingkat penyerapan anggaran oleh Kemenperin hingga 28 Desember 2010 mencapai 84,09% dari total daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2010 Kemenperin yang mencapai Rp1,68 triliun. Realisasi DIPA tersebut meningkat dibandingkan tingkat penyerapan anggaran dua tahun sebelumnya yang masing-masing mencapai 78,3% pada 2008 dan 81,79% pada 2009.

Hanya saja, berdasarkan data Kemenperin tingkat penyerapan dana tercepat baru terjadi sejak Oktober 2010 karena sampai dengan periode September 2010 tingkat penyerapan anggaran kementerian baru mencapai 44,4%. Tahun depan, kementerian ini mendapatkan alokasi DIPA sebesar Rp2,24 triliun atau meningkat 34,53% dibandingkan dengan tahun ini.

Dengan percepatan penyerahan DIPA ini diharapkan setiap satuan kerja beradaptasi lebih cepat sehingga program bisa berjalan efektif. Peningkatan anggaran yang signifikan ini diharapkan diimbangi dengan profesionalisme para pengguna anggaran, tuturnya.

Hidayat juga menekankan agar pengguna anggaran menggunakannya secara efisien dan efektif dengan mengupayakan langkah penghematan secara baik. Hati-hati melakukan pengelolaan keuangan. Kegiatan operasional yang tadinya dilaksanakan di hotel berbintang agar dapat mengoptimalkan sarana yang sudah ada di kementerian.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Ansari Bukhari mengatakan dari total anggaran senilai Rp2,24 triliun masih terdapat Rp430 miliar yang berstatus diblokir. Pemblokiran dana tersebut terkait dengan belum lengkapnya dokumen dan surat pendukung.

Yang paling besar diblokir itu untuk Ditjen Industri Agro yang mungkin terkait dengan dana restrukturisasi gula. Nilai yang diblokir dari agro sebesar Rp279,76 miliar, ungkapnya.

Ansari juga mengungkapkan Kemenperin akan melakukan lelang pengadaan barang dan jasa sebanyak 438 paket pekerjaan tahun depan. Menurut dia, dengan percepatan penyerahan DIPA diharapkan pelaksanaan lelang tersebut bisa dilakukan mulai awal tahun.

Terkait dengan pelaksanaan lelang periode November 20092010, Ansari mengatakan Kemenperin telah melaksanakan 471 paket lelang, yang terdiri dari 343 paket baru dan 128 paket lelang ulang.Yang menggembirakan hanya enam paket yang ada sanggahan dan banding hanya satu sehingga praktis seluruhnya bisa dilaksanakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top