Usaha oleh-oleh potensial di Bali

DENPASAR: Bisnis pasar oleh-oleh masih potensial untuk digarap seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali. Usaha ini juga mendorong bertumbuhnya industri kreatif dan UMKM.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2010  |  08:21 WIB

DENPASAR: Bisnis pasar oleh-oleh masih potensial untuk digarap seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali. Usaha ini juga mendorong bertumbuhnya industri kreatif dan UMKM.

Pemilik pusat oleh-oleh dan kerajinan khas Bali Anang Eko Cahyono mengatakan menjamurnya usaha ini karena masih tingginya permintaan. "Selain kualitas dan pelayanan, kami mengandalkan desain baru yang up to date," kata Anang saat memulai operasional pusat oleh-oleh Rama Shinta kemarin.

Menurut Anang dia bukan sekadar berbisnis namun juga ikut melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali. Pada waktu tertentu toko oleh-oleh ini menyajikan atraksi budaya seperti joged bumbung, wayang kulit, dan tari tradisional.

Kata dia tidk kurang dari 250 UMKM memasok produk kerajinan dari berbagai daerah di Bali dan Jawa. Saat ini ditawarkan sekitar 5.000 item produk UMKM yang cocok dijadikan buah tangan dari Bali.

Anang enggan menyebut investasi usahanya tersebut. Namun sebagai gambaran, lahan seluas 22 are terletak di lokasi strategis dengan harga tanah sedikitnya Rp500 juta per are. Belum lagi bangunan dua lantai sebagai toko utama. Ia menyebut akan BEP dalam kurun tiga tahun mendatang.

Manager Rama Shinta Erny Mardiana mengatakan tempat ini sebagai "one stop balinesse gift" yang menyajikan secara lengkap berbagai keperluan oleh-oleh. "Saat ini persaingan cukup ketat, namun kami menerapkan trik usaha sehat yang kompetiti," kata Erny.

Erny mengungkapkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan pihaknya bekerjasama dengan para pemandu yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali. Selain itu juga bekerja sama dengan travel agent, biro jasa persewaan mobil, dan operator taksi.

Dia menambahkan kerjasama serupa juga dilakukan dengan berbagai hotel melati dan hotel bintamg satu dan dua. "Kami yakin Rama Shinta akan menjadi salah satu tempat wisata belanja pilihan," kata Erni.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top