Sumbar targetkan jadi produsen migas

JAKARTA: Pemprov Sumatra Barat menargetkan eksplorasi potensi migas Blok South East yang mencakup empat daerah administrasi di Sumbar sudah memperoleh sumber cadangan terbukti mulai 2011.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2010  |  04:59 WIB

JAKARTA: Pemprov Sumatra Barat menargetkan eksplorasi potensi migas Blok South East yang mencakup empat daerah administrasi di Sumbar sudah memperoleh sumber cadangan terbukti mulai 2011.

PT Radiant Utama Interinsco Tbk, pemilik konsensi lapangan eksplorasi itu, tengah mensurvei potensi migas di Kabupaten Tanah Datar, Solok, Sawahlunto Sijunjung, dan Kota Sawahlunto.Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan Radiant terus berupaya menemukan cadangan migas pada konsesi yang dulu pernah dimiliki Caltex Riau itu, dengan temuan awal kandungan blok itu sekitar 120 juta barel minyak dan 260 miliar kaki kubik gas."Kalau nanti ditemukan dan layak diproduksi tentu akan memberikan sumber penerimaan baru bagi Sumbar. Kami memproyeksikan bisa mendapatkan penerimaan sekitar Rp1 triliun per tahun dari produksi migas ini," katanya kepada Bisnis di Jakarta, hari ini.Lapangan South East dulunya bernama Lapangan Singkarak, yang pernah dipegang Caltex yang berbasis di Dumai, Riau. Tapi seiring dengan UU migas, lapangan itu tidak lagi dikuasai perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.Menurut Irwan, perubahan nama dari Lapangan Singkarak menjadi South East karena muncul salah persepsi yang mengkonotasikan Blok Singkarak sebagai kegiatan usaha migas yang akan merusak lingkungan Danau Singkarak, salah satu danau vulkanik yang menjadi andalan pariwisata di Ranah Minang.Pada awalnya, memang terjadi resistensi di Sumbar saat diketahui potensi migas Blok Singkarak akan digarap Radiant karena dianggap akan merusak lingkungan Danau Singkarak.Banyak kalangan di Sumbar pada waktu itu menilai justru pngelolaan lingkungan yang baik dan pengoptimalan potensi pariwisata akan jauh lebih menguntungkan bagi Danau Singkarak."Padahal yang dimaksud Blok Singkarak bukan eksploitasi danau, tapi kegiatan migas di wilayah empat daerah, yaitu Tanah Datar, Sawahlunto Sijunjung, Sawahlunto dan Solok. Dengan pergantian nama ini diharapkan tidak ada lagi salah persepsi itu," kata orang nomor satu di Sumbar tersebut.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top