Industri plastik hilir diprediksi hanya tumbuh 5%

manda
manda - Bisnis.com 29 Desember 2010  |  09:41 WIB

JAKARTA: Industri plastik hilir nasional pada tahun depan dikhawatirkan hanya tumbuh 5%, lebih rendah dari tahun ini yang diprediksi sekitar 7%-8%, menyusul banyaknya permasalahan yang menekan daya saing sehingga menghambat laju pertumbuhan sektor ini.

Ketua Umum Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (Aphindo) Tjokro Gunawan mengatakan masih ada beberapa hal yang menghambat pertumbuhan industri plastik hilir di Indonesia pada tahun depan.

Pertumbuhan 2010 ini, bisa dikatakan tidak jelek-jelek amat. Untuk 2011, kalau bisa tumbuh 5% saja itu sudah bagus, katanya, hari ini.

Dia menuturkan pada masa kejayaannya, industri plastik hilir Indonesia mampu tumbuh dua dijit yakni 15%, tetapi pertumbuhan sektor ini terus menurun menjadi 12%-10% dan tahun ini menyentuh kisaran 7%-8%.

Tjokro menuturkan hal-hal yang masih menghambat dan menjadi faktor negatif terhadap pertumbuhan sektor plastik hilir pada tahun depan yakni, pasokan bahan baku, proses fasilitas bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) yang berbelit, dan tren kenaikan harga minyak mentah dunia. Adapun suku bunga kredit yang diproyeksi stabil menjadi faktor positif bagi pertumbuhan industri plastik hilir.

Untuk pasokan bahan baku, Tjokro menegaskan suplai dari dalam negeri masih tersendat-sendat sehingga masih terjadi kesenjangan suplai dan permintaan. Kondisi ini diperparah dengan terhentinya produksi pabrik Polytama karena masalah utang piutang (bussines to bussines) dengan PT Pertamina (Persero).

Meski ada ekspansi dari Chandra Asri dan Tripolyta tetapi belum signifikan. Pasokan bahan baku lokal yang belum mencukupi ini menyebabkan industri di dalam negeri masih mengimpor, jelasnya.(hl)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top