STP Bandung butuh perluasan

JAKARTA: Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung mengharapkan kampus baru di Dayeuh Kolot bisa rampung pada 2014 untuk menampung tingginya minat masyarakat masuk ke perguruan tinggi itu.
Ria Indhryani | 29 Desember 2010 05:49 WIB

JAKARTA: Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung mengharapkan kampus baru di Dayeuh Kolot bisa rampung pada 2014 untuk menampung tingginya minat masyarakat masuk ke perguruan tinggi itu.

"Sekarang ini memang masih taraf harapan karena pembiayaan pembangunan kampus. Baru itu belum dialokasikan di DIPA-APBN 2011," kata Djoni Sofyan Iskandar, Ketua STP Bandung, hari ini.Saat ini kampus utama di Setia Budi tengah mengalami perbaikan dan penambahan sehingga daya tampung setiap penerimaan tahun ajaran baru yang hanya 600 mahasiswa bisa di tingkatkan jadi 900-1000 mahasiswa baru, tambahnya.Djoni mengatakan kalau pada 2012 sudah tersusun masterplan kampus Dayeuh Kolot maka pada 2014 kampus baru itu sudah bisa menampung mahaiswa baru.Sesuai instruksi Menbudpar pada 2006, STP Bandung bisa meningkatkan kuantitas dan untuk mempercepat penciptaan SDM siap pakai dengan konsep pro job, pro poor, pro growth dan pro environment."Alumni umumnya langsung terserap di industri pariwisata dan sektor lainnya karena itu pencapaian pro job dan keberpihakan pada masyarakat miskin dapat teratasi dengan mendapatkan pendidikan terbaik," kata Djoni.Dia mengakui pembangunan kampus baru sebenarnya sudah mendesak karena Agustus 2011 bekerja sama dengan Leeds Metropolitan Universitas United Kingdom akan diterapkan dual degree program S-2.Pada Agustus 2012 juga akan dimulai program S-3 bekerja sama dengan Hong Kong Politeknik & University. Di tahun yang sama, STP Bandung menjadi tuan rumah Asian Tourism Forum (ATF) yang akan dihadiri 400-600 researcher, educator dan 60 institusi kepariwisataan dunia.Itulah sebabnya pembangunan kampus Dayeuhkolot diharapkan bisa menjadi pusat pengembangan dan penyelenggaraan program diploma dan sertifikasi pariwisata yang bisa menampung hingga 3000 mahasiswa per tahun."Sementara kampus Setia Budhi bisa untuk pusat pendidikan strata 1-3, pusat in house training dan kursus2 serta menjadi pusat inkubator bisnis pariwisata yang per tahun bisa menampung 1500 mahasiswa," jelasnya.Strategi STP Bandung, tambahnya, bisa menjadi pusat SDM Pariwisata di wilayah Asia Pasifik karena UNWTO telah mempertimbangkan sebagai pilot project training centre di kawasan itu. Jadi kebutuhan kampus untuk melengkapi sarana dan prasarana memang mendesak. (mfm)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top