Peresmian busway koridor IX-X jangan meleset lagi

JAKARTA: Rencana pengoperasian busway Transjakarta koridor IX dan X pada 31 Desember 2010 tidak boleh meleset lagi karena warga Jakarta sudah terlalu lama menunggu sejak 2007 saat prasaranya mulai dibangun.Pengurus harian Institut Studi Transportasi
Sekretariat Redaksi | 28 Desember 2010 06:57 WIB

JAKARTA: Rencana pengoperasian busway Transjakarta koridor IX dan X pada 31 Desember 2010 tidak boleh meleset lagi karena warga Jakarta sudah terlalu lama menunggu sejak 2007 saat prasaranya mulai dibangun.Pengurus harian Institut Studi Transportasi A. Izzul Waro mengatakan Pemprov DKI telah memulai pembangunan sarana dan parasaran busway koridor IX rute Pinangranti-Pluit dan koridor X rute Cililitan-Tanjung Priok pada 2007 meliputi separator jalan dan haltenya yang telah dirampungkan pada tahun anggaran berikutnya."Sejumlah halte dan separator yang rusak karena terlalu lama mencapai 3 tahun tidak digukanan itu sudah selesai diperbaiki, sehingga rencana peresmian pengopeasiannya pada 31 Desember 2010, tidak boleh meleset lagi," katanya di Jakarta hari ini.Dia mengemukakan hal itu saat diminta tanggapannya mengenai rencana pengoperasian busway Transjakarta koridor IX dan X pada 31 Desember 2010 yang didahului dengan tahap uji coba pelayanan dan operasional armadanya pada 23 Desember 2010.Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan setelah dilakukan tahap uji coba, kini busway koridor IX dan X diresmikan pengoperasiannya pada 31 Desember 2010 dengan mengerahkan 69 unit bus tunggal dan 25 unit bus gadeng.Pengoperasian koridor IX yang dilengkapi 29 halte dan koridor X dengan 22 halte itu, menurut dia, dapat mengurangi beban calon penumpang pada halte busway koridor lain yang sering terlihat berjubel.Izzul mengatakan dari hasil uji coba pengoperasian busway Tranjakarta koridor IX dan X itu tentu sudah dilakukan tahap evaluasi secara menyeluruh mengenai kekurangan dan ketidak sempurnaannya sehingga dapat diresmikan pengoperasiannya sesuai rencana."Untuk menjamin kelancaran oprasonal busway di koridor IX dan X, selain memperbaiki seluruh separator dan haltenya, perlu disiapkan sejumlah petugas yang khusus menjaga agar jalur busway di 2 koridor itu benar-benar steril dari kendaraan pribadi," tuturnya.Dia mengatakan Pemprov DKI Jakarta perlu menambah anggaran ekstra untuk menjamin keberhasilan pengoperasian busway koridor IX rute Pinangranti-Pluit dan koridor X rute Cililitan-Tanjung Priok yang sudah terlalu lama ditunggu-tunggu warga. Sebab, pengoperasian busway koridor IX tersebut akan mengurangi kepadatan calon penumpang di halte sentral Harmoni dan Dukuh Atas, karena orang dari arah Grogol, Ragunan, dan Cililitan yang akan ke kawasan Jl Sudirman-Jl MH Thamrin, tidak harus transit di 2 halte sentral itu.Sementara itu Ketua Forum Warga Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan mengatakan penambahan jaringan busway dengan dioperasikannya koridor IX dan X tidak akan optimal untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, jika sistem angkutan umum belum diperbaiki."Sebab, sudah terbukti negara moderen itu bukan negara yang banyak kendaraan pribadinya, tapi transportasi umum dengan integrasi yang baik," ujarnya.Dia mengatakan setidaknya ada 2 faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai busway sebagai moda transportasi masal yang modern yaitu lamanya waktu tempuh dan kepadatan penumpangnya. Menurut Azas yang juga Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta itu, kedua faktor itu harus dibenahi agar masyarakat pengguna kendaraan pribadi bersedia dengan suka rela beralih menggunakan angkutan umum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top