Songsong APEC, Bandara Ngurah Rai diperluas

JAKARTA: Kementerian BUMN siap mengucurkan dana sebesar Rp 1,9 triliun untuk perluasan terminal di Bandara Ngurah Rai, Bali, guna menyonsong pelaksanaan sidang APEC pada 2013.
Ria Indhryani
Ria Indhryani - Bisnis.com 27 Desember 2010  |  10:55 WIB

JAKARTA: Kementerian BUMN siap mengucurkan dana sebesar Rp 1,9 triliun untuk perluasan terminal di Bandara Ngurah Rai, Bali, guna menyonsong pelaksanaan sidang APEC pada 2013.

"Diharapkan perluasan pembangunan Bandara Ngurah Rai itu siap sebelum pertemuan Asia Pacific Economi Cooperation (APEC) Summit 2013 yang digelar di Bali," ungkapnya, hari ini.Mustafa menargetkan pembangunan perluasan bandara harus kelar pada Maret 2013 agar tidak terlalu mepet dengan penyelenggaraan APEC Summit.Menyinggung dana pembangunan Bandara Ngurah Rai sekitar Rp1,9 triliun itu, dia menyatakan sumbernya dari internal perusahaan dan pinjaman perbankan.Selain itu, pemerintah juga berupaya mengatasi kemacetan lalu lintas di Bali, sebagai destinasi wisata utama di Indonesia, dengan transportasi kereta api."Upaya meningkatkan pelayanan transportasi bagi wisatawan di Bali dan mobilitas masyarakat maka perlu pengembangan transportasi perkeretaan di Bali," kata Firmansyah Rahim, Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Kemenbudpar.Menurut dia, kereta api akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan untuk menikmati keindahan pulau Bali. Selain itu sistem transportasi ini juga akan meningkatkan daya saing destinasi.Berbicara usai penandatanganan kerja sama Kemenbudpar, PT Kereta Api Indonesia, Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Bali, Firmansyah mengatakan awal 2011 diharapkan sudah bisa dimulai. Penandatangan naskah kesepahaman itu ditandatangani oleh Firmansyah Rahim, Dirjen Pengembangan Destinasi Kemenbudpar, Tunjung Inderawan, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika disaksikan Menbudpar Jero Wacik, Menhub Freddy Numbery dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Firmansyah tegaskan moda kereta api karena angkutan massal yang aman, nyaman, cepat dan lancar sehingga menunjang pemerataan pembangunan, pertumbuhan dan penggerak ekonomi. Selama ini, kata Firmansyah belum ada solusi pemerataan dan penyebaran wisatawan yang menumpuk di Bali Selatan seperti kawasan Kuta, Nusa Dua dengan wilayah Bali Utara seperti Singaraja, Lovina."Jadi nanti konsep transportasi massal di Bali bisa menghubungkan simpul antarmoda dari bandara-pelabuhan-terminal bus ke obyek-obyek wisata," ungkap Firmansyah Rahim.Integrasi intermoda yang jadi prioritas setelah ada moda kereta api adalah jalur Bali Selatan-Bali Utara. Tahap kedua adalah Bali-Bali Timur."Rencananya kereta apinya heavy rail disel electric dan 2014 proyek ini sudah rampung sehingga tahun berikutnya wisman bisa keliling Bali dengan kereta api," ungkapnya. (mfm)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top