Program UKM perlu kinerja terukur

Muhamad Yamin | 27 Desember 2010 12:57 WIB

JAKARTA : Pemerintah harus merumuskan kerangka acuan dan indikator kunci penilaian terhadap kinerja kementerian dalam program yang terkait pendampingan dan pembinaan usaha mikro kecil menengah agar memiliki kerangka kinerja dan sasaran yang terukur secara jelas.

Direktur UKM Center Universitas Indonesia Nining I. Soesilo mengatakan selama ini pendampingan UMKM yang dilakukan kementerian dan lembaga pemerintahan tersebar di setiap lembaga secara terpisah dan tidak memiliki acuan dan sasaran yang jelas dalam program pembinaan usaha kecil.

Menurut dia, kinerja yang dilakukan kementerian dan lembaga pemerintahan yang terkait UMKM hanya bagus secara konsep di atas kertas sedangkan dalam realisasinya masih berprinsip proyek rutin untuk menghabiskan anggaran semata.

Untuk itu, diperlukan adanya key performances indicator dalam program pengembangan dan pendampingan UMKM agar lebih tepat sasaran dan memiliki kerangka acuan yang jelas untuk mengukur keberhasilan program pembinaan UMKM yang dilaksanakan lembaga pemerintah, katanya kepada Bisnis, Senin.

Nining menyampaikan anggaran untuk pembinaan dan pengembangan UMKM memang trennya setiap tahun semakin besar yang menunjukan keberpihakan pemerintah dalam menumbuhkan sektor usaha dengan populasi terbesar itu mencapai 99,9% terhadap seluruh pengusaha nasional.

Agar peningkatan anggaran itu bisa lebih efektif dan programnya tepat sasaran diperlukan adanya kerangka besar acuan kinerja setiap kementerian dan lembaga dalam membuatr program pembinaan UMKM tersebut agar memiliki indikator penilaian kinerja secara jelas.

Diharapkan dengan alokasi anggaran UMKM yang makin naik itu bisa efektif meningkatkan kapasitas bisnis dari pelaku usaha kecil dan program yang digulirkan kementerian dan lembaga pemerintah untuk UMKM tidak hanya untuk menghabiskan anggaran tapi harus dipastikan efektif tercapai sasaran walaupun anggarannya terbatas, kata dia.

Nining menambahkan selain dukungan anggaran, pengusaha kecil juga harus difasilitas untuk dapat mengembangkan kemampuan kewirausahaan semakin profesiaonal dengan pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan.

Seain itu, dukungan dari sisi permodalan seperti program kredit usaha rakyat, permodalan nasional madani serta dukungan fasilitas teknologi harus bisa diupayakan agar kemampuan produksi bisa meningkat lebih besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top