Usaha besar diajak topang wirausaha baru

JAKARTA: Pemerintah menyinergikan pelaku sektor riil dengan usaha besar untuk menggalakkan kewirausahaan nasional melalui fasilitas pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM).
Basilius Triharyanto
Basilius Triharyanto - Bisnis.com 27 Desember 2010  |  12:05 WIB

JAKARTA: Pemerintah menyinergikan pelaku sektor riil dengan usaha besar untuk menggalakkan kewirausahaan nasional melalui fasilitas pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM).

Langkah pertamanya dengan memadukan kinerja Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dengan para calon wirausaha, khususnya dari kalangan terdidik, perguruan tinggi.

Agus Muharram, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan pihaknya tengah menjajaki kemungkinan yang bisa digarap bersama Apindo untuk merealisasi program tersebut.

Sebagai contoh, usaha besar anggota Apindo misalnya mempunyai input produk 100 item. Katakanlah 30% di antaranya akan dikerjakan para calon wirausaha. Ini sangat potensial meningkatkan kewirausahaan nasional, ujarnya, hari ini

Sebelum mengarah kepada pasca produksi, para calon wirausaha yang memiliki intelektualitas tinggi harus dilatih dan Apindo sudah siap melakukannya fungsinya. Prosesnya diyakini tidak terlalu panjang dengan kemampuan intelektualitas yang mereka miliki.

Untuk kepentingan permodalan usaha, Kemenkop dan UKM juga telah menyiapkannya melalui LPDB-KUMKM. Dengan demikian, para wirausaha dari alumni perguruan tinggi tersebut siap menjadi wirausaha baru.

Dengan demikian bisa terwujud keterpaduan antara para pengusaha besar, dalam hal ini asosiasi pengusaha dan wirausaha baru sebagai pelaku bisnis pemula, maupun dengan pemerintah yang menyediakan fasilitas pembiayaan.

Output-nya, kata Agus, program ini akan mengurangi angka pengangguran, terutama dari kalangan perguruan tinggi. Sebab, pelatihan yang diberikan Apindo didukung Kementerian Koperasi dan UKM, mencakup beberapa hal terkait dengan dunia usaha.

Misalnya, promosi dan pemasaran terhadap komoditas atau produk yang mereka kerjakan sesuai order asosiasi pengusaha besar.

Kami melaksanakan program ini, karena akan meningkatkan pemberdayaan kewirausahaan pada 2011 setelah pada 2010 mengusung program 1.000 wirausaha sarjana, kata Agus. (ra)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top