Penumpang KA Bandung hanya dipatok naik 0,5%

BANDUNG: Manajemen Daerah Operasi (Daops) II Bandung PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan jumlah penumpang KA pada libur Natal dan Tahun Baru 2010 sebanyak 156.577 orang, naik sebanyak 805 orang (0,5%) dari tahun sebelumnya 155.772 orang.
News Editor | 26 Desember 2010 09:44 WIB

BANDUNG: Manajemen Daerah Operasi (Daops) II Bandung PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan jumlah penumpang KA pada libur Natal dan Tahun Baru 2010 sebanyak 156.577 orang, naik sebanyak 805 orang (0,5%) dari tahun sebelumnya 155.772 orang.

Kepala Humas Daops II Bandung PT KAI Bambang S Prayitno mengemukakan kenaikan penumpang terjadi semua kelas (eksekutif, bisnis, dan ekonomi), terutama pada kelas bisnis dan ekonomi.

Menurut dia, sebetulnya kenaikan penumpang akan jauh lebih tinggi jika masa libur Natal maupun Tahun Baru jatuh pada hari Senin.

Kalau pada tahun ini hari libur Natal dan Tahun Baru jatuh pada Sabtu sehingga tidak terlalu menaikkan jumlah penumpang, katanya kepada Bisnis hari ini.

Hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, PT KAI menambah jumlah rangkaian kereta api mengingat adanya lonjakan jumlah penumpang, terutama yang ke arah timur (Yogyakarta dan Surabaya) dengan penambahan antara satu hingga tiga buah gerbong per rangkaian.

Menurut dia, tingkat okupansi kereta pun selama beberapa hari terakhir ini sudah optimal dengan capaian 100% untuk kelas eksekutif, 125% untuk kelas bisnis, dan 150% untuk kelas ekonomi.

Kalau yang kelas eksekutif kan tidak ada yang berdiri, jadi okupansinya tentu 100%, tuturnya.

Untuk menjaga kelancaran selama Natal dan Tahun Baru sekarang ini, perusahaan juga mendapatkan dukungan pengamanan dari aparat Polri dan TNI.

Pengamanan tersebut, kata dia, dilakukan di hampir seluruh stasiun di daerah operasi Bandung sejak 21 Desember 20105 Januari 2011.

Sejumlah posko juga didirikan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di-inginkan, tuturnya.

Selain itu, lori KA yang bertugas mengecek jalur rel juga ditingkatkan jadwal pengecekannya dari dua kali menjadi tiga kali dalam seminggu.

Demikian pula dengan petugas lapangan yang mengecek bantalan rel KA ditambah orangnya dari dua orang menjadi tiga orang petugas.(sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top