Pengungsi Wasior butuh bantuan angkutan massal

WASIOR: Pemerintah diminta memprioritaskan bantuan alat transportasi di Wasior menyusul belum tersedianya sarana transportasi massal baik angkutan kota maupun pedesaan. Kapolres Kabupaten Teluk Wondama Gatot Aris Purbaya mengakui para pengungsi kesulitan
News Editor | 26 Desember 2010 05:12 WIB

WASIOR: Pemerintah diminta memprioritaskan bantuan alat transportasi di Wasior menyusul belum tersedianya sarana transportasi massal baik angkutan kota maupun pedesaan. Kapolres Kabupaten Teluk Wondama Gatot Aris Purbaya mengakui para pengungsi kesulitan transportasi, terutama dari pemukiman pengungsi menuju kota sehingga ojek menjadi andalan.

Menurut dia, biaya ojek terlalu mahal bagi para korban banjir bandang yang sudah kehilangan harta benda. "Untung ada ojek meski mahal. Itu andalan pengungsi bahkan masyarakat Wasior saat ini," katanya, Jum'at.

Kapolres yang akrab dipanggil Aris itu mengharapkan agar ada bantuan alat transportasi supaya biaya mobilitas pengungsi dan masyarakat Wasior tidak mahal. "Untuk jarak sekitar 5 KM, biaya sudah Rp5.000. Mahal," tegasnya.

Selain transportasi darat, transportasi laut juga sangat dibutuhkan terutama untuk menghubungkan kota Wasior dengan distrik atau pemukiman lainnya supaya interaksi antarmasyarakat semakin lebih dinamis.

Para pengungsi mengeluhkan tidak adanya transportasi yang menghubungkan hunian sementara menuju pusat kota seperti yang dialami hunian sementara di Kampung Kabau yang berjarak hanya 10 KM dari pusat kota.

Menurut pengakuan para pengungsi, mereka terpaksa mengandalkan ojek untuk melakukan perjalanan menuju kota Wasior, padahal kondisi saku mereka sangat cekak pasca bencana banjir Bandang.

Meta Mambor, salah seorang pengungsi mengatakan untuk menuju kota Wasior, pada pengungsi harus merogoh koceknya hingga mencapai Rp40.000.

"Ini mau ke kota sulit. Kita terpaksa naik objek. Sekali jalan Rp20.000. Untuk pulang pergi sudah Rp40.000. Sementara kita tidak punya uan (uang). Buat ambil air juga kita jauh, tidak ada kendaraan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top