Damri butuh tambahan 30 bus di Papua

MANOKWARI: Perum Damri memerlukan tambahan 30 unit bus untuk dioperasikan pada rute baru perintis di seluruh Papua dan sebagian dimanfaatkan untuk meremajakan armada yang kini sudah masuk berusia tua.Muchtar, Kepala Sumber Daya Manusia Kantor Wilayah
Tisyrin Naufalty Tsani | 26 Desember 2010 04:11 WIB

MANOKWARI: Perum Damri memerlukan tambahan 30 unit bus untuk dioperasikan pada rute baru perintis di seluruh Papua dan sebagian dimanfaatkan untuk meremajakan armada yang kini sudah masuk berusia tua.Muchtar, Kepala Sumber Daya Manusia Kantor Wilayah Perum Damri Jayapura mengatakan masyarakat Papua banyak yang meminta dilayani oleh armada Damri melalui program keperintisan yang disubsidi pemerintah.Namun, katanya, keterbatasan armada yang dioperasikan Damri menyebabkan permintaan masyarakat tersebut belum bisa dikabulkan. "Perlu tambahan sekitar 30 unit bus untuk ekspansi layanan keperintisan di seluruh Papua," katanya di Wanokwari, Sabtu.Dia menjelaskan selama 2010 ini, pihaknya menerima  tambahan delapan unit bus untuk menambah pelayanan di sejumlah trayek di  Papua  antara lain  untuk Jayapura,  Manokwari, Sorong,  Biak dan Merauke masing-masing satu unit.Menurut dia, dengan tambahan delapan unit itu, Perum Damri sudah mengoperasikan  sebanyak total 64 unit bus, atau naik 12% dibandingkan dengan armada yang dioperasikan tahun lalu sebanyak 56 unit."Jumlah bus yang kami operasikan belum cukup karena masih banyak trayek yang diminta masyarakat untuk  dilayani oleh Damri,  sementara jumlah armada terbatas. Pasar ada dan load factor juga ada. Semuanya perintis," ujarnya.Muchtar menambahkan pada tahun depan, diperkirakan ada tambahan sejumlah trayek dengan kebutuhan armada sedikitnya sekitar 20 unit atau total  30 unit karena sebagian digunakan untuk peremajaan bus berusia tua.Beberapa daerah yang memerlukan tambahan armada antara lain Jayapura sebanyak enam unit, Wanokwari lima unit. "Armada yang dibutuhkan itu setidaknya untuk 15 trayek. Selain itu, ada 40% armada Damri yang berusia tua dan perlu diremajakan."Di Papua, Perum Damri mengoperasikan delapan UPT (Unit Pelaksana Teknis) yakni di Kota Jayapura, Kota Manokwari, Sorong, Merauke, Biak, Serui, Nabire dan Timika.Rencananya, perusahaan pelat merah tersebut akan mengembangkan angkutan barang yang sekarang sudah dimulai di sejumlah daerah yakni Biak, Merauke dan Sorong. "Angkutan barang juga akan kami kembangkan," tandasnya.Sebelumnya, Perum Damri menyediakan 10 unit bus untuk melayani lima trayek perintis yang disubsidi pemerintah  dari Manokwari ke sejumlah daerah di Provinsi Papua Barat.Lima trayek perintis itu adalah Manokmari--Transiki berjarak 175 KM, Manokwari--SP 10 Sidei sejauh 145 KM, Manokwari--Masni berjarak 105 KM, dan Manokwari--SP 4 Warmare dengan jarak 75 KM.Kepala Cabang Perum Damri Manokwari, Provinsi Papua Barat Syamsul Gayang mengatakan perusahaannya sudah melayani lintas bersubsidi di lima trayek tersebut sejak  2006.Menurut dia, pihaknya mengoperasikan 10 unit bus dengan kapasitas masing-masing 19 tempat duduk (dua unit), 25 kursi (tujuh unit) dan 30 kursi (satu unit). "Kami masih perlu tambahan lima unit lagi," katanya.Bus-bus tambahan tersebut akan dioperasikan di lintasan baru yang akan dibuka pada 2011 dan 2012 sebanyak tiga lintasan. "Manowari--Arpo akan mulai dibuka pada 2011 secara resmi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top