Kemenkop gandeng Apindo pacu kewirausahaan

Muhammad Sarwani | 26 Desember 2010 12:56 WIB

JAKARTA: Kementerian Koperasi dan UKM sinergikan pelaku sektor riil dengan usaha skala besar untuk menggalakkan gerakan kewirausahaan nasional melalui fasilitas pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir.Langkah pertama yang akan ditempuh untuk melakukan sinergitas tersebut adalah memadukan kinerja Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dengan para calon wirausaha, khususnya dari kalangan terdidik, perguruan tinggi.

Agenda yang diusung Kementerian Koperasi dan UKM tersebut dinamakan Progam Pengembangan Kewirauswahaan Terpadu, dan berada di bawah koordinasi Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya KUMKM.

Agus Muharram, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM, menjelaskan, pihaknya tengah menjajaki kemungkinan yang bisa digarap bersama Apindo untuk merealisasi program tersebut.

Sebagai contoh dari kerja sama itu, usaha besar anggota Apindo misalnya mempunyai input produk 100 item. Katakanlah dari 100 input tersebut 30% di antaranya akan dikerjakan para calon wirusaha. Ini sangat potensial meningkatkan kewirausahaan nasional, ujar Agus Muharram kepada Bisnis, Minggu.

Sebelum mengarah kepada pasca produksi, para calon wirausaha yang memiliki intelektualitas tinggi harus dilatih. Dan untuk pelatihan ini, kata Agus Muharram, Apindo sudah siap melakukannya fungsinya. Prosesnya diyakini tidak terlalu panjang dengan kemampuan intelektualitas yang mereka miliki.

Untuk kepentingan permodalan usaha, Kementerian Koperasi dan UKM juga telah mempersiapkannya melalui LPDB-KUMKM. Dengan demikian, para wirausaha dari alumni perguruan tinggi tersebut siap menjadi wirausaha baru.

Dengan demikian bisa terwujud keterpaduan antara para pengusaha besar, dalam hal ini asosiasi pengusaha dengan wirausaha baru sebagai pelaku bisnis pemula, maupun dengan pemerintah yang menyediakan fasilitas pembiayaan.

Output-nya, kata Agus Muharram, program ini akan mengurangi angka pengangguran, terutama dari kalangan perguruan tinggi. Sebab, pelatihan yang diberikan Apindo didukung Kementerian Koperasi dan UKM, mencakup beberapa hal terkait dengan dunia usaha.

Misalnya, promosi dan pemasaran terhadap komoditas atau produk yang mereka kerjakan sesuai order asosiasi pengusaha besar. Kami melaksanakan program ini, karena akan meningkatkan pemberdayaan kewirausahaan pada 2011 setelah pada 2010 mengusung program 1.000 wirausaha sarjana, tandas Agus Muharram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top