Gula dapat tembus US$850 per ton

JAKARTA: Asosiasi Pedagang Gula dan Terigu Indonesia memperkirakan harga gula akan terus merangkak pada pekan ini dan diperkirakan dapat mencapai kisaran US$850 per ton.
Aurelia Nelly
Aurelia Nelly - Bisnis.com 26 Desember 2010  |  08:18 WIB

JAKARTA: Asosiasi Pedagang Gula dan Terigu Indonesia memperkirakan harga gula akan terus merangkak pada pekan ini dan diperkirakan dapat mencapai kisaran US$850 per ton.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) Natsir Mansyur memperkirakan harga gula akan bergerak di kisaran US$800-US$850 pada pekan ini.

Dia mengatakan harga gula masih akan melanjutkan kenaikannya menyusul kondisi anomali cuaca yang mengganggu pasokan gula di sejumlah negara produsen. Negara produsen tersebut antara lain Brasil, India, Thailand, termasuk Indonesia yang masuk posisi 10 besar dunia.

Saya melihat sampai dengan 6 bulan ke depan atau musim produksi mendatang yaitu semester kedua tahun depan, harga gula dunia akan sulit turun, katanya kepada Bisnis, hari ini.

Sebelumnya, Natsir memperkirakan harga gula dunia dapat menembus US$800 per ton pada akhir tahun atau naik lebih dari US$50 per ton dari posisi per 10 Desember sebesar US$743 per ton.

Terjadi pengurangan produksi di negara-negara produsen gula sehingga mendorong kenaikan harga gula. Anomali cuaca yang menyebabkan penurunan produksi dan pasokan, diikuti permintaan yang tinggi, maka bagaimana harga gula bisa turun, ujarnya.

Pada 24 Desember 2010 di bursa London, harga gula putih sempat naik sebesar 0,3% menjadi US$823 per metrik ton. Harga tersebut merupakan posisi tertinggi dibandingkan perdagangan intraday setidaknya sejak 1989. Harga kemudian turun sebesar 0,1% menjadu US$820 per metrik ton.

Nilai kontrak berjangka gula di bursa New York dan London diperkirakan naik pada pekan ini menyusul kemungkinan pasokan gula dari Brazil tidak akan mencukupi permintaan akan komoditas tersebut.

Sebanyak 8 dari 11 pedagang, analis, dan broker yang disurvey oleh Bloomberg News memperkirakan harga gula kasar pada bursa New York akan naik. Sebanyak dua lainnya memperkirakan akan ada sedikit perubahan harga gula, sementara itu hanya satu orang yang memperkirakan harga gula akan turun.

Analis OTCex Group di Geneva mengatakan pasar akan sepi karena liburan. Selain itu, katanya, harga gula naik karena komoditas tersebut tidak tersedia di pasar.

Siapa yang akan melakukan penjualan sekarang ketika fundamental pasar menjadi bullish, ujarnya seperti dikutip Bloomberg, akhir pekan lalu.

Pada pekan lalu, harga gula pada perdagangan ICE Futures US di New York naik sebesar 4,6% menjadi 33,98 sen per pound. Pertengahan pekan lalu, kontrak perdagangan teraktif menyentuh 34,06 sen atau tertinggi sejak 1980.

Sebanyak 7 dari 11 pedagang, analis, dan broker yang disurvey memperkirakan harga gula rafinasi pada NYSE Liffe di London akan naik. Sebanyak 1 orang memperkirakan penurunan, dan 3 lainnya memperkirakan akan ada sedikit perubahan harga gula. Pada pekan lalu, harga kontrak gula berjangka naik 3,8% menjadi US$820,90 per metrik ton.

(02)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top