Maskapai minta diajak kembangkan Halim

News Editor | 24 Desember 2010 08:15 WIB

JAKARTA: Pemerintah diminta melibatkan maskapai dalam rencana pengembangan Bandara Halim Perdanakusuma sebagai pendukung Bandara SoekarnoHatta Jakarta.

Sekjen Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanuddin mengatakan pemerintah tidak bisa begitu saja menentukan fungsi dari Bandara Halim Perdanakusuma tanpa berkoordinasi dengan maskapai.

Pemerintah harus punya rencana dan juga harus dikoordinasikan dengan maskapai. Maskapai juga harus tahu apakah pemanfaatan Bandara Halim Perdanakusuma itu memang bisa mendatangkan pasar penumpang, dan apakah menguntungkan? jelasnya Kamis 23 Desember.

Dia menuturkan hal itu menanggapi pernyataan dari Menteri BUMN Mustafa Abubakar yang meminta PT Angkasa Pura II untuk mengalihkan rute penerbangan jarak pendek dari Bandara SoekarnoHatta ke Halim Perdanakusuma.

Waktu itu, Mustafa tidak menyebut secara detail apa yang dikategorikan sebagai rute penerbangan jarak pendek.

Saya minta ke AP II agar rute-rute jarak pendek dialihkan ke Halim, untuk menurunkan tekanan di Bandara SoekarnoHatta, jelas Mustafa, pada acara penandatanganan piagam kesepakatan antara AP I dan TNI Angkatan Laut, Rabu 22 Desember.

Tengku mengingatkan pemerintah harus mempunyai rencana yang jelas dalam pengembangan Bandara Halim Perdanakusuma, sehingga pemanfaatannya bisa dimaksimalkan.

Dia juga menuturkan sebetulnya saat ini Bandara Halim juga sudah ditetapkan hanya untuk penerbangan jarak pendek yang tidak lebih dari 1 jam perjalanan, melalui Keputusan Menteri Perhubungan No. 32/2003 tentang Pengoperasian Bandar Udara SoekarnoHatta dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

Sudah dipisahkan, antara kegunaan Bandara SoekarnoHatta dan Halim. Kalau di Halim itu khusus untuk penerbangan jarak pendek maksimal 1 jam, dan kapasitas kursi penumpang juga dibatasi, jelasnya.

Libatkan pemda

Dari Manokwari, Papua Barat, Bambang Noro, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Rendani, mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hingga 2011 akan melanjutkan proyek pelebaran landasan pacu dengan dana APBN Rp19,7 miliar.

Pelebaran akan dikerjakan tahun depan supaya lebar landasan pacu ini menjadi 45 meter dari sebelumnya hanya 30 meter, katanya Kamis 23 Desember.Dia menjelaskan pelebaran landasan pacu tersebut dalam rangka meningkatkan pelayanan mengingat ke depan jumlah maskapai yang akan melayani trayek penerbangan ke Manokwari semakin banyak.Bambang menambahkan pihaknya bersama dengan pemerintah daerah akan mengembangkan terminal penumpang, karena kapasitas yang tersedia saat ini sudah tidak memadai lagi untuk menampung perkembangan penumpang ke depan.

Berdasarkan data UPT Rendani, selama 2010, rata-rata pergerakan penumpang baik yang datang maupun pergi mencapai 800 orang per hari, naik 100% dibandingkan dengan rata-rata tahun lalu sebanyak 400 orang. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top