Volatile foods bakal dorong inflasi 2011

News Editor | 23 Desember 2010 03:32 WIB

JAKARTA: Volatile foods diprediksi akan memberikan kontribusi hingga 15% terhadap inflasi pada 2011 karena faktor tidak menentunya cuaca dan ketidakpastian pasokan komoditas pangan.

"Untuk itu diperlukan koordinasi untuk pengendalian inflasi pada tahun depan terutama mengantisipasi volatile foods. Faktor cuaca dan pasokan harus menjadi perhatian bersama," ungkap Perry Warjiyo, Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, dalam seminar yang digelar Indef, pagi ini. Bank sentral, katanya, memperkirakan inflasi pada tahun depan berkisar antara 5% plus minus 1% dan pertumbuhan ekonomi sekitar 6-6,5%,Permintaan domestik diperkirakan masih akan tetap kuat dan menjadi pendorong sumber pertumbuhan ekonomi. "Namun kuatnya permintaan ini tidak diikuti dengan penawaran."Menurut Perry, komoditas pangan seperti beras sekarang sudah menjadi alat investasi di pasar perdagangan berjangka sebagaimana halnya emas dan minyak."Ini akan membuat pasokan pangan akan semakin tidak pasti karena beras sudah diperdagangkan di future market," jelasnya.Kebijakan moneter, kata Perry, akan diarahkan mencapai sasaran inflasi dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi serta stabilitas keuangan. Sementara kebijakan bank sentral lainnya pada 2011 antara lain akan mendorong kredit perbankan untuk menggerakkan sektor riil."Sedangkan BI Rate tetap dipertahankan pada kisaran 6,5%, tetapi kita akan melihat respon dari inflasi dan policy," tambahnya. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top