Ekonomi 2011 diprediksi tetap tumbuh

JAKARTA: Para pelaku pasar saat ini dinilai sudah mampu memisahkan antara kepentingan pasar dan negara, sehingga ekonomi diprediksi akan tetap tumbuh pada 2011.
News Editor | 23 Desember 2010 04:28 WIB

JAKARTA: Para pelaku pasar saat ini dinilai sudah mampu memisahkan antara kepentingan pasar dan negara, sehingga ekonomi diprediksi akan tetap tumbuh pada 2011.

"Pelaku sekarang sudah pintar dan bisa memisahkan kapan harus berhubungan dekat dengan pemerintah, dan kapan harus menjauh serta fokus ke pasar," ungkap Didik J. Rachbini, pengamat ekonomi politik Indef dalam seminar Berselancar di tengah Pemulihan Ekonomi Global, hari ini.Didik juga mengatakan bahwa besarnya pasar Indonesia dengan 230 juta penduduk akan tetap menjadi faktor penggerak pertumbuhan ekonomi. "Ada atau tidak ada pemerintah, ekonomi di negeri ini tetap jalan karena permintaan konsumsi di pasar jauh sangat besar," tegasnya.Permintaan domestik diperkirakan masih akan tetap kuat dan menjadi pendorong sumber pertumbuhan ekonomi. "Namun kuatnya permintaan ini tidak diikuti dengan penawaran," kata Perry Warjiyo, Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.Menurut Didik, mengukur kinerja perekonomian bukan hanya pada persentase pertumbuhan ekonomi yang dicapai maupun pendapatan per kapita."Tetapi kinerja ekonomi dikatakan berhasil bila ketimpangan pendapatan dapat dipersempit, seperti upaya pemerintah mengarahkan kebijakan ekonomi dan politik yang mendukung pada rakyat, bukan kepentingan partai atau golongan," jelasnya.Didik mengatakan sangat ironis bila pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh tidak lebih dari 20 juta penduduk yang berpenghasilan tinggi, sedangkan lainnya hanya pelengkap penderita.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top