Banjir dana asing bisa capai US$833 miliar tahun depan

JAKARTA:Jumlah aliran modal asing (capital inflows) ke negara-negara emerging market diperkirakan akan naik menjadi US$833,5 miliar pada 2011.
Yoseph Pencawan - nonaktif | 23 Desember 2010 05:08 WIB

JAKARTA:Jumlah aliran modal asing (capital inflows) ke negara-negara emerging market diperkirakan akan naik menjadi US$833,5 miliar pada 2011.

Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan data IIF menunjukkan capital inflows ke emerging markets selama 2010 sangat besar, dan diperkirakan berlanjut hingga 2011.

"Jumlah private capital inflows ke emerging market diperkirakan meningkat dari US$581,4 miliar pada 2009 menjadi US$825,0 miliar dan US$833,5 miliar pada 2010 dan 2011," katanya dalam acara Proyeksi Ekonomi Indonesia 2011 yang diselenggarakan oleh Indef, tadi pagi.

Peningkatan capital inflows ke emerging market tersebut didorong oleh push factor akibat ekses likuiditas global, lambatnya pemulihan ekonomi negara maju, maupun pull factors akibat pertumbuhan ekonomi tinggi, perbedaan suku bunga yang besar, dan ekspektasi apresiasi nilai tukar di emerging market.

Menurut Perry, di Indonesia sebagian besar capital inflows adalah dalam bentuk portofolio investasi, terutama SUN dan SBI, meski PMA juga tercatat meningkat. "Derasnya capital inflows ini mendorong apresiasi nilai tukar dan potensi over valuation harga saham," jelasnya.

Terkait dengan itu, respons yang dilakukan Bank Indonesia adalah dengan menerapkan kebijakan one month holding period (OMHP) terhadap SBI sejak Juni 2010 dan penggeseran dari SBI ke term deposit untuk mengurangi supply SBI yang dapat dibeli investor asing.

"Bila capital inflows terus mengalir deras dan berdampak pada apresiasi rupiah sangat kuat, BI telah mempersiapkan langkah-langkah lanjutan, baik untuk kebijakan macroprudential maupun manajemen terhadap capital inflows jika pada waktunya diperlukan," ujarnya.

Kebijakan macroprudential yang dimungkinkan ditempuh a.l. memberlakukan kembali batasan pinjaman luar negeri jangka pendek (rekening vostro) dan menaikkan kewajiban GWM valas. Sementara dari sisi management capital inflows, kebijakan lanjutan yang mungkin ditempuh a.l. 3 month holding period dengan lebih mengurangi fleksibilitas kepemilikan SBI oleh asing, dan one month holding period yang ditambah dengan kewajiban FX holding.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top