Ekonomi lokal dikembangkan melalui transmigrasi

JAKARTA: Kementrian Pekerjaan Umum dan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan bekerjasama dalam peningkatan pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi, sebagai upaya pengembangan ekonomi lokal dan pedesaan di wilayah tersebut.Rencananya,
Linda Tangdialla | 23 Desember 2010 11:19 WIB

JAKARTA: Kementrian Pekerjaan Umum dan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan bekerjasama dalam peningkatan pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi, sebagai upaya pengembangan ekonomi lokal dan pedesaan di wilayah tersebut.Rencananya, sasaran pembangunan infrastruktur tersebut akan dilaksanakan di 44 kawasan terpadu mandiri (KTM) yang tersebar dikawasan transmigrasi di seluruh Indonesia sesuai dengan Keputusan Menteri No.293/Men/IX/2009, dengan prioritas awal dibeberapa KTM terpilih.Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan pemilihan KTM yang akan dikembangkan, dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan kawasan itu sendiri. Dia mengatakan sebelum proyek dilaksanakan, mereka juga akan menyusun strategi, pedoman umum, dan informasi pengembangan KTM yang diperlukan."Kerjasama ini ditujukan agar pengembangan ekonomi lokal dan pedesaan dikawasan transmigrasi meningkat dan mendorong serta mempercepat tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan baru dan pengembangan ekonomi dikawasan tersebut," ujar Muhaimin usai penandatangan MOU antara Kementrian PU dan Kemenakertrans tentang pengembangan ekonomi lokal dan perdesaan melalui pembangunan infrastruktur dikawasan transmigrasi di Jakarta sore tadi.Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan sektor infratsruktur yang akan dikembangkan dikawasan transmigrasi itu a.l jaringan sirkulasi yang meliputi jalan produksi atau jalan poros dalam kawasan yang menghubungkan pusat produksi ke jalan utama untuk pemasaran produk-produk yang dihasilkan.Selain itu, yakni pembangunan sistem penyediaan air minum di KTM yang meliputi penyediaan air baku. Unit produksi dan pengolahan perpipaan serta distribusi utama air minum ke pemukiman. Sedangkan dibidnag sanitasi lingkungan akan dilakukan dengan melibatkan pemberdayaan masyarakat berupa penyediaan sarana dan prasarana penyehatan lingkungan permukiman seperi pengolahan air limbah, IPAL, serta pengembangan drainase mandiri.Dia mengatakan dukungan PU pada pembangunan di KTM telah dilaksanakan sejak 2007, dengan pengembangan infrastruktur di 32 lokasi a.l KTM Mesuji Lmapung, Rambutan Parit, Belitang, dan Telang Sumatera Selatan. "Untuk tahun anggaran 2011 kami mengalokasikan program pendukung infrastruktur di dua KTM yakni Way Tuba Lampung dan Cahaya Baru Kalimantan Selatan," ujarnya.Adapun rencana kerjasama itu akan dilaksanakan selama empat tahun kedepan sejak 2011. Selain penandatangan MOU tersebut, hari ini juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama tentang pengembangan infrastruktur pemukiman di kawasan kota terpadu mandiri antara Ditjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT) Kemenakertrans dan Ditjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top