Harga pasaran beras mulai turun

JAKARTA: Harga pasaran beras mulai bergerak turun secara perlahan-lahan dan menciptakan kestabilan baru, menyusul operasi pasar (OP) yang digelar pemerintah sejak 3 pekan lalu.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Desember 2010  |  05:32 WIB

JAKARTA: Harga pasaran beras mulai bergerak turun secara perlahan-lahan dan menciptakan kestabilan baru, menyusul operasi pasar (OP) yang digelar pemerintah sejak 3 pekan lalu.

Tadi dilaporkan para pedagang bahwa sejak operasi pasar 3 minggu lalu, harga beras turun Rp300 - Rp400 per kilogram, mencapai satu kestabilan dan tidak bergerak naik lagi, ujar Menteri Perekonomian Hatta Radjasa di sela-sela kunjungan ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), hari ini.Turut serta dalam kunjungan ini Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menneg BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Pertanian Suswono, dan Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso. Kunjungan dilakukan ke dua titik, yakni PIBC dan Pasar Jatinegara, dalam rangka memastikan stabilitas harga dan kecukupan pasokan bahan pokok menghadapi Natal dan Tahun Baru.Data Kementerian Perdagangan menunjukkan harga rata-rata nasional untuk beras kualitas medium sekitar Rp7.174 per kilogram. Harga rata-rata nasional beras November Rp6.797 per kilogram.Melihat efektifitas OP tersebut, Hatta mengatakan operasi pasar akan terus dilakukan sampai dengan panen raya pada Februari - Maret 2011 hingga harga beras mencapai kestabilan.Hal yang sama, lanjut dia, juga dilakukan Bulog di derah-daerah tertentu yang mengalami kenaikan harga beras sekitar 5%, namun dengan volume yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan volume beras OP yang sudah digelontorkan sebesar 20.000-an ton per kemarin.Dia menjelaskan digelontorkannya beras melalui OP tersebut bertujuan untuk menstabilkan harga dan memastikan kecukupan stok, guna memenuhi kebutuhan masyarakat sampai akhir tahun, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.Jadi Bulog akan terus melakukan ini sampai harga beras mencapai kestabilannya, tegas Hatta.Hatta mengakui sejauh ini pelaksanaan OP memang belum berdampak terhadap penurunan harga secara signifikan, dalam artian kembali ke harga sebelumnya.Namun patut diingat, harga tidak melonjak naik, tetapi jadi stabil. Yang kita inginkan harga terus menurun. Hanya memang kita harus menjaga pada musim-musim panen nanti harga tidak jatuh pada harga HPP. Kita akan jaga ini. Itulah gunanya Bulog, jelasnya.Sementara itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu memerkirakan harga tidak akan mengalami kenaikan lagi dalam dua minggu ke depan.Penurunan harga tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga memasuki masa musim panen.Kita lihat harga sudah stabil, tidak ada lonjakan harga lagi dalam artian stabil atau mulai turun sedikit. Pada Februari biasanya turun karena kita sudah mau masuk musim panen, ujarnya.Pemerintah, kata Mari, juga melakukan penyaluran beras miskin (raskin) ke-13 selama Desember dan akan dilanjutkan dengan penyaluran raskin secara normal pada Januari.Itu juga diharapkan akan membantu untuk menstabilkan harga terutama untuk masyarakat berpendapatan rendah, tuturnya.Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan sampai saat ini suplai dari beberapa daerah sentra produksi masih tetap di atas 2.000 ton per hari, bahkan bisa mencapai 2.500 - 2.700 ton per hari.Ini menunjukkan bahwa produksi sendiri di dalam negeri juga ada. Jadi cuma memang konsumsinya Cipinang ini untuk antarpulau besar. Suplai Cipinang tidak mengalami penurunan, bahkan di atas 2.000 ton, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang di bawah 2.000 ton, jelas Suswono.Terkait distribusi beras, kata Hatta, Bulog sudah menyiapkan stok di daerah untuk mengantisipasi gangguan cuaca yang pada akhirnya dapat memengaruhi distribusi.Kami sudah mengantisipasi dengan Inpres tentang bagaimana mengantisipasi perubahan iklim ekstrim ini, mulai dari tanam, distribusi, dan sebagainya, ujar Hatta.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top