Produk alternatif bisa gantikan kayu alam

JAKARTA: Kementerian Riset dan Teknologi menemukan beberapa terobosan produk kayu yang dapat mengatasi kelangkaan kayu yang berasal dari hutan alam.
Arif Budi Winarto
Arif Budi Winarto - Bisnis.com 22 Desember 2010  |  13:37 WIB

JAKARTA: Kementerian Riset dan Teknologi menemukan beberapa terobosan produk kayu yang dapat mengatasi kelangkaan kayu yang berasal dari hutan alam.

Banyak terobosan yang dihasilkan Kementerian Riset dan Teknologi guna membantu industri atas kelangkaan dan ketergantungan terhadap kayu hutan alam,ungkap Kepala Pusat Informasi Kementerian Kehutanan Masyhud kemarin.

Dia menjelaskan upaya itu dilakukan untuk mengatasi kelangkaan kayu dari hutan alam dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan dan sumber daya alam.

Salah satu hasil temuan, kata Masyhud, adalah papan partikel tanpa perekat sintesis (binderless particle board), dengan bahan baku kayu berasal dari limbah industri perkayuan dan pertanian. Papan partikel yang dihasilkan memiliki sifat fisis dan mekanis yang cocok digunakan untuk bagian interior yang tidak menerima beban tinggi, dan karena tidak menggunakan perekat formaldehida, aman bagi kesehatan.

Selain itu, Kementerian Riset juga mengembangkan teknik guludan dalam penanaman mangrove pada lahan yang terendam air masin yang dalam. Teknik guludan diterapkan untuk melestarikan hutan bakau pada lahan yang tergenang air cukup dalam, baik yang berarus tenang maupun yang berarus keras. Teknik ini dapat mengembalikan hutan bakau yang rusak terabrasi.

Kementerian juga berhasil membuat panel sandwich yang merupakan produk komposit yang terdiri dari lapisan tipis kayu lapis berkekuatan tinggi di sebelah luar, direkat dengan lapisan inti (core) di bagian tengah yang lebih tebal yang terbuat dari potongan bambu-bambu yang disusun secara vertikal.

Produk ini selain ringan, memiliki rasio kekuatan dan kekakuan yang tinggi, sehingga dapat diaplikasikan untuk dinding, lantai ataupun plafon suatu bangunan, ungkap Masyhud.(bas)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top