Kerugian PD Dharma Jaya diragukan

JAKARTA: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai permohonan suntikan dana Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Dharma Jaya tidak relevan.
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 22 Desember 2010  |  11:11 WIB

JAKARTA: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai permohonan suntikan dana Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Dharma Jaya tidak relevan.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto yang mengaku kecewa pada PD Dharma Jaya meminta suntikan modal Rp15 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) melalui mekanisme penyertaan modal pemerintah (PMP).

"Padahal setengah warga Jakarta mengonsumsi daging, artinya pangsa pasar BUMD ini sudah jelas tapi kenapa bisa rugi? Apalagi PD Dharma Jaya sudah beroperasi selama 30 tahun," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto saat ditemui wartawan usai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta di Balaikota, hari ini.

Prijanto menduga meruginya BUMD yang bergerak pada layanan umum penyedia daging dan kegiatan usaha terkait ketahanan pangan di DKI Jakarta ini akibat jajaran direksi yang kurang berkualitas.

Menurut dia, proses rekrutmen awal jajaran manajemen direksi PD Dharma Jaya inilah yang salah, karena melalui mekanisme penunjukan dan bukan melalui seleksi terbuka.

"Padahal jika diumumkan secara terbuka saya optimistis banyak bibit unggul yang lebih mudah dijaring sehingga roda bisnis PD Dharma Jaya bisa berjalan lebih baik," ujarnya.

Untuk itulah Prijanto menilai permohonan PMP ini kurang relevan, bahkan kegunaan dana senilai Rp15 miliar itu dikhawatirkan tidak sesuai, bahkan bisa habis tanpa ada pengembangan bisnis lebih lanjut.

"Kalau proses rekrutmen dibikin terbuka, modal Rp500 juta pun cukup bahkan akan berkembang menjadi Rp2 miliar. Kalau sekarang bisa saja Rp15 miliar itu habis," ujarnya.

Pengajuan PMP PD Dharma Jaya senilai Rp15 miliar ini menurut rencana akan digunakan untuk merevitalisasi dan menambah sarana dan alat-alat produksi penunjang bisnis.

Menurut rencana, sarana prasarana yang akan ditambah adalah pengadaan gudang pendingin dengan kapasitas daya tampung daging mencapai 30 ton. Hal ini sehubungan dengan tingkat konsumsi daging di kawasan DKI Jakarta yang semakin meningkat sehingga PD Dharma Jaya harus lebih difungsikan untuk memberikan layanan umum.(mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top