Investasi domestik manufaktur tembus Rp17,3 triliun

TANJUNG BALAI KARIMUN: Nilai investasi dalam negeri (PMDN) di sektor industri selama Januari-September mencapai Rp17,03 triliun dan penanaman modal asing (PMA) pada kurun waktu yang sama menembus US$2,5 miliar.
manda
manda - Bisnis.com 22 Desember 2010  |  08:45 WIB

TANJUNG BALAI KARIMUN: Nilai investasi dalam negeri (PMDN) di sektor industri selama Januari-September mencapai Rp17,03 triliun dan penanaman modal asing (PMA) pada kurun waktu yang sama menembus US$2,5 miliar.

Dengan investasi tersebut, penyerapan tenaga kerja pada sektor industri manufaktur sepanjang 2010 diproyeksikan sebanyak 14,4 juta tenaga kerja, bertambah 386.640 orang dibandingkan dengan 2009.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam pernyataan tertulis mengungkapkan beberapa investasi baru maupun perluasan di sektor industri sepanjang 2010 di antaranya dilakukan oleh PT Nestle Indonesia (pengolahan susu), PT Panasonic Manufacturing (elektronik konsumsi), PT Gobel Panasonic Battery (baterai),PT Sanyo Jaya Komponen (Komponen optik), PT Holcim Indonesia (semen) dan PT Lafarge (semen). Selain itu, PT KS-Posco (besi baja), PT Merindo Era Sakti (komponen otomotif), PT Uni-Charm Indonesia (perlengkapan bayi) dan PT Arwana Citramulia (keramik).

Penambahan penyerapan tenaga kerja diperkirakan terjadi pada cabang industri industri makanan, minuman dan tembakau sebanyak 171.185 orang, industri tekstil, barang kulit dan alas kaki sebanyak 48.910 orang, industri barang kayu dan hasil hutan lainnya yakni bertambah 20.734 orang dan industri kertas dan barang cetakan bertambah 23.923 orang, demikian siaran pers Kemenperin kepada Bisnis, hari ini.

Selain itu, penambahan penyerapan tenaga kerja juga dicatat pada industri pupuk, kimia dan barang dari karet bertambah 64.327 orang, industri semen dan bahan galian non logam sebanyak 15.417 orang, industri logam dasar, besi & baja bertambah 7.443 orang, industri alat angkut, mesin dan peralatan 174.906 orang, serta industri barang lainnya yang bertambah 4.253 orang.

Pada tahun depan, Kemenperin menargetkan kebutuhan investasi dari sektor industri pengolahan non migas (manufaktur) akan mencapai Rp124,6 triliun. Selain itu, pada tahun depan, Kemenperin juga menargetkan ekspor industri manufaktur sebesar US$92,26 miliar dan penyerapan tenaga kerja secara kumulatif sebanyak 14.905 orang.

Untuk mencapai target itu, Kemenperin berupaya memfokuskan pengembangan enam kelompok industri prioritas yakni industri padat karya, industri kecil menengah (IKM), industri barang modal, industri berbasis sumber daya alam (SDA), industri pertumbuhan tinggi, dan industri prioritas khusus.

"Pertumbuhan ekonomi 5,82% year on year (yoy) sampai kuartal III/2010. Pertumbuhan sektor industri pengolahan non migas menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama. Menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi.

Dirjen Industri Berbasis Manufaktur Kemenperin Panggah Susanto mengatakan, terdapat beberapa pabrik semen dan pupuk yang ditargetkan akan mulai dibangun pada tahun depan. "Industri semen ada pabrik Holcim dan Gresik. Pupuk ada pabrik NPK," kata Panggah.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa mengatakan, pihaknya optimistis target investasi Kemenperin pada 2011 akan tercapai. "Kalau melihat prediksi pencapaian 2010 untuk sektor industri yang hampir 6%, saya pikir cukup realistis kebutuhan investasi untuk sektor pengolahan non migas tersebut," ujarnya.

Namun, Erwin menegaskan kunci keberhasilan dari pencapaian investasi tersebut ada di tangan pemerintah. Pemerintah, ujar Erwin, harus menjaga iklim investasi tetap kondusif dan kompetitif. Hambatan non teknis seperti regulasi, kebijakan fiskal dan bea masuk, serta lainnya, dinilai Erwin, harus diarahkan sebagai insentif bagi investor.

Lebih lanjut, Erwin menuturkan pemerintah juga harus mendorong kelancaran konektivitas antara daerah yang diakselerasi melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan keterhubungan jalur logistik.

Senada dengan Erwin, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengungkapkan pihaknya menyambut baik dan optimistis target investasi dari Kemenperin tersebut akan tercapai.

"Saya percaya dengan kerja keras, akan terealisasi. Kami sendiri [BKPM] pada 2011 akan menargetkan kenaikan sekitar 15% dari realisasi investasi di tahun ini, tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top