Babel ajukan 3 koperasi terbaik

JAKARTA: Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bangka Belitung mengirim nama tiga koperasi skala besar berdasarkan aset dan omzet untuk ditetapkan Kementerian Koperasi dan UKM sebagai koperasi penghela bagi unit-unit lain yang tengah berkembang.
Basilius Triharyanto
Basilius Triharyanto - Bisnis.com 22 Desember 2010  |  12:53 WIB

JAKARTA: Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bangka Belitung mengirim nama tiga koperasi skala besar berdasarkan aset dan omzet untuk ditetapkan Kementerian Koperasi dan UKM sebagai koperasi penghela bagi unit-unit lain yang tengah berkembang.

Budiman Ginting, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel mengatakan tiga koperasi skala besar yang telah disampaikan ke pusat, minimal memiliki aset di atas Rp11 miliar serta omzet hingga ratusan miliar rupiah.

Kami telah mendapat enam besar, tetapi yang dikirim untuk menjadi koperasi percontohan hanya tiga, yakni Koperasi Kredit (Kopdit) Kawari, KUD Bina Tani Sejahtera, dan Kopkar Pensiunan Peleburan Timah, ujarnya, hari ini.

Dari tiga koperasi terbesar tersebut, aset terbesar dimiliki Kopdit atau Koperasi SImpan Pinjam (KSP) yang berbasis di Kawari Pangkalpinang. Asetnya mencapai 18,3 miliar, sedangkan volume usaha atau omzet mendapai Rp142 miliar pada tahun ini.

Menurut Budiman, pihaknya berharap ketiga koperasi yang telah ditetapkan sebagai tiga terbaik di Babel, bisa menjadi penghela bagi koperasi lain di daerah tersebut agar lebih produktif dan berdaya saing.

KSP Kawari diyakini mampu menjalankan peranannya, karena memang telah menjadi panutan. Koperasi ini mempunyai sedikitnya 2.000 anggota, termasuk calon anggota yang siap bergabung menjadi anggota tetap.

Dikemukakan, kehadiran koperasi tidak hanya harus menunjukkan identitas kebesarannya melalui aset dan omzet. Sesuai prinsip koperasi, jumlah anggota juga harus besar, karena tujuan utama dari pendirian koperasi adalah bagi peningkatan kesejahteraan anggota.

Volume usaha bisa besar, tentu karena aktivitas para anggota yang mencapai ribuan orang sangat aktif. Koperasi ingin menunjukkan bahwa kelompok masyarakat berbasis perekonomian rakyat bisa besar apabila perjalanannya dilaksanakan sesuai prinsip koperasi, ujar Budiman. (ra)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top