Bisnis ritel 2011 bakal tumbuh 15%

JAKARTA: Prospek bisnis ritel relatif baik pada 2011 dengan perkiraan pertumbuhan mencapai sekitar 13%-15% seiring dengan perkembangan situasi ekonomi yang tetap kondusif bagi pengembangan bisnis di Tanah Air.Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Perdagangan
Sekretariat Redaksi | 22 Desember 2010 10:35 WIB

JAKARTA: Prospek bisnis ritel relatif baik pada 2011 dengan perkiraan pertumbuhan mencapai sekitar 13%-15% seiring dengan perkembangan situasi ekonomi yang tetap kondusif bagi pengembangan bisnis di Tanah Air.Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Perdagangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Satria Hamid Ahmadi mengatakan pertumbuhan bisnis ritel itu didukung oleh pengembangan usaha yang terus agresif sejalan dengan upaya perbaikan distribusi dan dukungan peraturan perundangan yang kondusif."Apalagi dukungan pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat terjaga pada 6,5%, populasi penduduk mencapai sekitar 240 juta jiwa, peraturan perundangan ritel yang kondusif serta kapastias daya beli masyarakat yang positif," katanya di Jakarta hari ini.Dia mengatakan estimasi pertumbuhan ritel yang mencapai 12% pada tahun ini dapat dicapai atas dorongan sektor konsumsi barang kebutuhan sehari-hari yang dengan sendirinya bisnis tersebut dapat menstimulus laju roda penggerak sektor riil.Sebab, bisnis ritel telah menjadi roda penggerak sektor riil yang memiliki efek dominan berupa penyerapan tenaga kerja terbesar kedua setelah sektor pertanian. sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam membantu pemerintah mengatasi masalah pengangguran."Selain itu bisnis ritel juga menjadi saran pemasaran produk manufaktur dan sekaligus menjadi ujung tombak bagi usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan akses pasar produknya," ujar dia. Satria yang juga menjabat Public Affair Senior Manager PT Carrefour Indonesia mengatakan khusus untuk ritel skala hypermarket di Indonesia diharapkan dapat tumbuh mencapai sekitar 10%-13% pada 2011."Ini berarti lebih tinggi diandingkan dengan pertumbuhan sekitar 8% pada tahun ini," ujarnya.Menurut Satria, rencana penambahan gerai ritel akan mempertimbangkan situasi pertumbuhan ekonomi, populasi penduduk, lokasi, aksesibilitas, infrastruktur dan saluran distribusi, serta kesiapan sumber daya manusia, kemitraan dengan usaha kecil mikro dan kebijakan pemerintah setempat.Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Rudy Sumampouw mengatakan prospek bisnia ritel pada 2011 diharapkan lebih cerah dari tahun ini mengingat situasi ekonomi nasional yang optimisitis lebih baik."Pengusaha ritel juga akan menyesuaikan dengan perkembangan situasi ekonomi di dalam negeri terkait dengan berbagai kebijakan pemerintah maupun yang merupakan kesepakatan dengan negara lain," ujarnya. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top