Tingkat kunjungan Pasar Tanah Abang rendah

JAKARTA: Tingkat kunjungan konsumen pasar tekstil dan produk tekstil Pasar Tanah Abang Jakarta pada menjelang perayaan hari raya Natal dan Tanun Baru 2011 tidak seramai musim yang sama pada dua tahun yang lalu. Asisten Manager Regional Pasar Tanah Abang
Sekretariat Redaksi | 22 Desember 2010 09:29 WIB

JAKARTA: Tingkat kunjungan konsumen pasar tekstil dan produk tekstil Pasar Tanah Abang Jakarta pada menjelang perayaan hari raya Natal dan Tanun Baru 2011 tidak seramai musim yang sama pada dua tahun yang lalu. Asisten Manager Regional Pasar Tanah Abang PD Pasar Jaya Yusuf Noor mengatakan tingkat kunjungan pasar tersebut dengan kasat mata dapat dilihat dari suasana kepadatan pengunjung Pasar Tanah Abang Blok A, B dan F serta gedung pasar di sekitarnya yang relatif lengang."Suasana kepadatan pengunjung maupun distribusi barang dagang dari Pasar Tanah Abang ke daerah di luar Jakarta tidak sepadat dua tahun yang lalu itu dapat dilihat sehari-hari menjelang Natal dan Tahun Baru sekarang," katanya di Jakarta hari ini.Dia mengatakan pihaknya selain melihat langsung suasana perdagangan Pasar Tanah Abang yang relatif kurang menggairahkan dari tingkat kunjungan konsumennya juga dari informasi para pedagang saat ke kantornya untuk membayar iuran tempat usaha. Perkembangan suasana terakhir di pasar tekstil dan produk tekstil terbesar di Asia Tenggara itu, menurut Yusuf, tidak terlepas dari maraknya pembangun pusat perbelanjaan yang serupa di sejumlah kota besar di Tanah Air dan masuknya produk tekstil impor asal China.Sementara itu Rizal Hasan, pedagang pakaian wanita di Blok F Pasar Tanah Abang mengatakan produk tekstil impor asal China diperkirakan sudah menyebar ke semua daerah di Tanah Air, termasuk daerah yang menjadi pasar potensial bagi produk yang sama dari Pasar Tanah Abang."Barang impor dari China yang harganya sangat murah sudah masuk di pasar yang ada di daerah, mengambil pasar yang selama ini diisi oleh barang dari Pasar Tanah Abang. Kondisi itu cukup merepotkan kami," katanya.Dia mengatakan harga cukup bersaing yang ditawarkan pedagang di Pasar Tanah Abang mampu menjadi kekuatan daya saing menghadapi maraknya pembangunan pusat perdagangan tekstil dan produk tekstil di dalam dan luar wilayah Jakarta.Sementara itu Ketua Umum Lembaga Konsultasi Bisnis dan Keuangan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (LKBK Hipmi Jaya) Eman A. Setiawan mengatakan kekuatan daya saing Pasar Tanah Abang menjadi pudar akibat akses jalanya yang kian tidak kondusif."Kemacetan lalu lintas di sekitar Pasar Tanah Abang yang kian semakin parah dan sarana transportasi yang tidak memadai, menjadi salah satu penyebab utama daya saing pasar itu melemah yang berdampak menurunkan omzet para pedagang," ujarnya.Dia mengatakan kondisi tersebut semakin terlihat sekarang ketika para pedagang merasakan pencapaian omzetnya tidak dapat maksimal saat musim belanja menyambut hari raya Natal dan Tahun Baru 2011, disamping banyaknya barang impor asal China yang masuk pasar tersebut."Tidak sedikit jumlah pedagang Pasar Tanah Abang yang merasakan produknya sekarang mulai terdesak oleh membanjirnya produk impor asal China, terutama semenjak diberlakukannya kesepakatan China Asean Free Trade Agreement (CAFTA) awal tahun ini," katanya. (mrp)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup