Rp15 miliar untuk rumah anak TKI bermasalah

JAKARTA: Rumah Peduli Anak (RPA) TKI bekerja sama dengan Yayasan Puri Cikeas dan Gerakan Nasional Kesejahteraan Sosial untuk mengumpulkan dana Rp15 miliar, guna membangun fasilitas pendidikan bagi anak TKI bermasalah.
Ria Indhryani | 22 Desember 2010 06:35 WIB

JAKARTA: Rumah Peduli Anak (RPA) TKI bekerja sama dengan Yayasan Puri Cikeas dan Gerakan Nasional Kesejahteraan Sosial untuk mengumpulkan dana Rp15 miliar, guna membangun fasilitas pendidikan bagi anak TKI bermasalah.

Dana sebanyak itu akan dipergunakan untuk membangun RPA TKI di Kecamatan Benda, Tangerang agar anak-anak yang ditinggalkan oleh para pekerja bermasalah setelah bekerja di luar negeri dapat tempat yang baik, kata Ketua RPA TKI Soeryo Poetranto, hari ini.Dia menjelaskan dana itu akan digunakan untuk pembebasan lahan dan mendirikan bangunan rumah sederhana disesuaikan dengan sarana pembentukan karakter anak.Saat ini, RPA TKI itu mengasuh lebih dari 10 bayi yang ditinggalkan para TKI bermasalah dan diperkirakan masih banyak bayi-bayi hasil hubungan gelap TKI itu yang memerlukan perhatian serius agar dapat berkembang secara normal.Dalam empat hari sekali, seorang TKI yang baru pulang di luar negeri melalui Gedung Pendataan Kepulangan (GPK) TKI di Selapajang Tangerang, Banten membawa anak hasil hubungan gelap di tempat kerjanya.Untuk itu, RPA TKI akan menggelar acara Malam Berbagi untuk Anak Negeri guna mengumpulkan dana bagi pendirian RPA TKI pada Rabu, 23 Desember 2010, sekitar pukul 19.00 WIB di Hotel Bidakara Jakarta.Hasil dari kegiatan malam dana yang menampilkan Dewi Yull & Rithim Dance ini akan dijadikan modal untuk mendirikan RPA TKI di atas tanah seluas 1.000 meter persegi di kawasan Cikeas, Nagrak, Gunung Putri, Bogor.Kepada masyarakat yang ingin memberikan donasinya untuk pembangunan RPA TKI dapat juga menyalurkannnya melalui rekening atas nama Yayasan Kepedulian Sosial Puri Cikeas, tuturnya. (mfm)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top